healthy-lifestyle

Pola Hidup Sehat Ala Pelajar di Tanah Rantau

Sebenarnya, jika kita berbicara tentang kesahatan, akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Tetapi, saya akan merangkumnya menjadi dua hal saja. Begini yang harus teman-teman tahu untuk menjaga pola hidup sehat ala pelajar di tanah rantau

Hidup sehat yang harus dilakukan para pelajar itu hanya ada dua sebenarnya, yaitu sehat jasmani dan rohani.

Mengingat banyak pelajar yang memilih jauh dari orang tua, maka menjaga pola hidup sehat itu sangat penting. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan terutama tentang kesehatan jasmani? Nah, ini penjelasan dari saya yang pelajar perantauan.

1. Sering berolahraga

Semakin kita berolahraga, maka cara kerja tubuh kita akan semakin cepat. Hal ini sangat berguna sekali untuk pelajar, karena dengan sering berolahraga, maka peredaran darah dalam otak akan semakin meningkat.

bimbel karantina sbmptn
Ilustrasi Pola Hidup Sehat ala Pelajar di Tanah Rantau -unsplash.com

2. Menjaga pola makan

Menjaga pola makan juga termasuk paling penting bagi kesehatan jasmani kita, apalagi sebelum KBM dimulai. Jika perut kita dalam keadaan lapar, maka akan menghilangkan konsentrasi kita saat belajar. Dan jika kita makan terlalu banyak, maka akan berujung pada kantuk yang nikmatnya tiada tara.

3. Menjaga daya tahan tubuh di Tanah Rantau

Yang dimaksud menjaga daya tahan tubuh adalah kita sering mengonsumsi vitamin, dan OMG 3. Karena dengan itu semua daya tubuh kita akan semakin kuat dan taraf belajar kita akan meningkat.

Baca Juga: Kegiatan Outbond Bimbel Karantina SBMPTN di Bias Education

4. Membereskan tempat tidur

Memang ini adalah sesuatu hal yang sepele, tetapi jika kita memulai hari kita dari membereskan tempat tidur, maka selanjutnya kita akan tertantang untuk melakukan tugas-tugas selanjutnya.

Nah, ada yang lebih penting lagi, yaitu kesehatan rohani. Ini yang perlu kita jaga, di manapun kita berada.

1. Jaga lisan

Menjaga lisan adalah kebiasaan yang susah untuk dihilangkan. Karena lisan sangatlah ringan berbuat, ia bisa begitu mudah untuk digerakkan namun begitu sulit untuk dikendalikan. Maksiat yang ditimbulkan lisan nyaris bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan tenaga dan biaya.

bimbel karantina sbmptn
Ilustrasi Pola Hidup Sehat ala Pelajar di Tanah Rantau -unsplash.com

2. Jaga mata

Banyak pemuda-pemudi sekarang salah mengartikan mencuci mata. Alih-alih mencuci mata dengan melihat pemandangan alam yang indah, ini malah  digunakan untuk meluhat wajah mains kaum hawa. Apalagi sampai terlontar dari sebagian mereka pemahaman bahwa memandang wajah manis para wanita merupakan ibadah dengan dalih, “Saya tidaklah memandang wajah para wanita karena sesuatu (hawa nafsu), namun jika saya melihat mereka saya berkata, “Maha sucilah Tuhan, Pencipta Yang Paling Baik.”

3. Jaga telinga

Menjaga telinga dari sesuatu yang fana itu sudah dilakukan semenjak kita lahir. Setelah kita masuk ke alam fana maka yang didengar kita pertama adalah lafadz ilahiyah. Seperti perkataan Imam Al-Ghazali :

“Hendaknya engkau menjaga telinga. Jangan dengarkan perkara bid’ah (fitnah), pembahasan hal ikhwal orang lain yang negatif, kata-kata jelek, perbincangan batil, atau bahasan tentang kejelekan-kejelekan orang lain.”

4. Jaga hati di Tanah Rantau

Hati adalah bagian tubuh yang rawan untuk disakiti. Dalam hal ini, sesuatu yang dapat menyerang hati itu ada 3 : Iri hati, dengki, hasut, dan fitnah. Sebaiknya, kita jaga hati kita dengan kegiatan yang berguna seperti perbanyak dzikir, beribadah, dan tadarus Al-Qur’an.

Da sadaya kasaen eta datangna ti gusti Allah jeung kasalahan eta ti sim kuring pribadi. Sakali deui nyuhunkeun dihapunteun.

Tutut lain sembarang tutut
Tutut dicandak ti Cirangkong
Hitut lain sambarang hitut
Hitut gede siga bangkong

Saninten buah saninten
Dibawa ka parapatan
Hapunten abdi hapunten
Bilih aya kalepatan


Penulis: Alvani Misbah Wadih, member BIAS Education 2018

Baca Juga: 3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Tes CPNS

Bagaimana? Sobat Bias sudah mendapatkan gambaran bagaimana sih bisa menjaga pola hidup sehat ala pelajar di tanah rantau. Jika masih kesulitan, Bias Education akan selalu mendampingi Sobat Bias agar nyaman dalam belajar dan sehat sehingga sukses dalam mengerjakan UTBK.

kentang-telur-kopi

Kisah Inspiratif dari Kentang, Telur, dan Biji Kopi

Udah pernah mendengar kisah kentang, telur dan biji kopi? Sebuah kisah yang penuh inspirasi, Bagaimana ceritanya? Begini,…

Pada suatu hari, ada seorang anak yang mengeluh kepada ayahnya, dia berkata bahwa dia adalah orang bodoh dan aneh (berbeda dengan teman-temannya). Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu, hanya satu dari masalahnya yang dapat diselesaikan.

Saat itu ketika ia bercerita, ayahnya tetap diam dan langsung menuju ke dapur tanpa sepatah kata pun. Anak itu pun merasa marah dengan sikap ayahnya karena merasa gak dihargai. Di dapur ayahnya mengambil sebuah kentang, telur dan biji kopi yang kemudian mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah 3 panci tersebut mulai mendidih ia memasukkan beberapa kentang; di panci 1, telur di panci 2, dan biji kopi di panci 3.

Kemudian setelah itu, sang ayah duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor. Anak itu pun mengeluh dan tak sabar menunggu jawaban dari ayahnya.

Setelah 20 menit ia mematikan kompor tersebut, lalu mengambil kentang, dan telur ke dalam mangkuk serta menyendok kopi, kemudian meletakkannya ke dalam cangkir. Setelah itu sang ayah beralih menatap anaknya dan bertanya “Nak, apa yang kamu lihat?”

Sambil kesal anak itu menjawab “kentang, telur, dan kopi.”

“Lihatlah lebih dekat, sentuh kentang itu, pecahkan telur itu, dan seduhlah kopi itu!” kata sang ayah.

Anak itu pun balik bertanya, “Ayah, apa artinya semua ini?”

Baca Juga: Solusi Belajar Daring Saat Internet Lemot

Kemudian, sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur, dan biji kopi adalah sama, yakni bahan makanan dan semuanya menghadapi kesulitan yang sama pula, yaitu air mendidih, namun menghasilkan reaksi yang berbeda.

  • Kentang itu kuat dan keras setelah direbus menjadi lunak dan lemah.
  • Telur itu rapuh dan encer dalamnya setelah direbus menjadi kuat dan padat isinya.
  • Namun, dari kesemua itu hanya biji kopi yang paling unik, karena setelah ia direbus ia tetap hitam. Malah kopi tersebut menjadi pahit dan mengubah air mendidih menjadi sama seperti dirinya, sehingga menciptakan hal yang baru.

“Kamu termasuk yang mana Nak ????” tanya sang ayah kepada anaknya, ketika kamu mendapatkan masalah, bagaimana cara kamu untuk menyelesaikannya, apakah kamu adalah sebuah kentang, telur atau biji kopi. Anak itu pun terdiam dan terenung dengan apa yang ditanyakan oleh ayahnya.

Sang ayah pun menjelaskan kembali bahwa dalam hidup ini, manusia itu pada dasarnya sama, mereka hidup di tempat dan waktu yang sama pula hanya cara pandang dan sikap aja yang berbeda. Ada orang yang ingin kaya sehingga menghalalkan segala cara, akhirnya dia malah menjadi sombong dan lupa dengan siapa dirinya, seperti halnya telur.

Ada orang yang memiliki keinginan kuat tapi ia salah dalam niat dan usahanya, akhirnya dia berakhir payah, seperti halnya kentang. Ada pula orang yang menyadari siapa dirinya, berapa kuat dirinya, dari mana dirinya, dan apa yang menjadi kekurangannya. Sehingga, dia tau apa yang harus dilakukan dan apa yang harus diperbaiki. Akhirnya, dia mampu merubah apa yang ada di sekitarnya tanpa harus merubah apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya, seperti halnya kopi.

Jadi, pesan ayah, walaupun kita di sini bukanlah orang yang hebat dan terpilih, janganlah berkecil hati karena terkadang hanya orang yang tidak didugalah yang bisa melakukan hal di luar dugaan.

Sekian kisah kentang, telur dan biji kopi. Cerita ini terinspirasi dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Konsep Belajar #dirumahaja ala Keluarga Agus Salim

memilih-jurusan-kuliah-yang-bagus

Memilih Jurusan Kuliah yang Bagus

Ini tentang pengalamanku sewaktu milih jurusan kuliah yang bagus. Sempat merasa bingung dan bertanya-tanya kepada diriku sendiri dalam hati, Ha? Salah jurusan?

Ada nggak yang merasa kalau sekarang salah ngambil jurusan kuliah? Atau sedang menggalau karena bingung memilih jurusan kuliah yang bagus, bingung menentukan pilihan, bingung bingung bingung aja deh pokoknya, sampai bingung mau bingungin apa. Ada yang bilang bahwa yang paling sulit tuh bukan memilih, melainkan bertahan pada pilihan. Bener banget sih, banyak yang mungkin udah menceritakan tentang pilihan-pilihan dan bagaimana untuk konsisten pada pilihan tersebut. Tetapi, semua tetap bermula ketika kita memutuskan untuk memilih.

Aku adalah tipe orang yang sangat sulit untuk memutuskan, sebagian besar keputusan yang kuambil adalah berdasarkan perasaan atau intuisi saja, bukan berdasar pada logika. Selain itu aku adalah tipe introvert yang seringkali overthinking juga kebanyakan menimbang-nimbang sehingga keputusan yang aku ambil seringkali kacau. Banyak ketakutan ketika mengambil keputusan, seperti “Apakah benar pilihanku ini?”

“Apa nanti yang akan terjadi kalau aku memilih yang ini atau yang itu?”

“Bagaimana kalau pilihanku salah?”

“Bagaimana kalau orang-orang kecewa terhadap pilihanku?”

“Bagaimana jika nanti aku menyerah di tengah jalan?” dan bagaimana-bagaimana yang lainnya, begitu banyak kekhawatiran.

Salah satu pengambilan keputusan yang berat adalah ketika memilih jurusan kuliah yang bagus, terutama bila tidak memiliki passion yang jelas seperti aku dulu. Kenapa memilih jurusan ini penting? Karena secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi masa depan kita, ke mana arah dan tujuan hidup kita. Aku ingin bercerita bagaimana aku bisa nyasar di jurusan kuliah dulu, yaitu Pendidikan Geografi. FYI jurusanku di SMA adalah IPA. Lah kenapa kok bisa ngambil Pendidikan Geografi yang masuk IPS?

Berawal dari guru BK kelas XII yang meminta untuk mengisi angket jurusan yang diinginkan di perguruan tinggi nanti. Lama hanya kutatap kertas di depanku, nggak terlintas sama sekali aku ingin masuk jurusan apa. Bahkan sejujurnya aku nggak tahu cita-citaku sebenarnya apa. Sangat-sangat bego karena waktu itu udah kelas XII tapi sama sekali nggak tahu mau jadi apa. Gimana coba? Entahlah waktu itu aku ngisi jurusan apa di angket itu, aku udah lupa. Yang pasti aku isi aja gitu.

Singkatnya, ketika memilih jurusan untuk tes SNMPTN (sekarang SBMPTN), setelah meminta pendapat dari orangtua dan kakakku, karena aku nggak bisa memutuskan sendiri, akhirnya aku memilih untuk mengambil jurusan Teknik Perangkat Lunak Univ. Brawijaya (UB) untuk pilihan pertama dan Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang (UM) yang dulu hanya ada dua pilihan jurusan aja.

Kenapa memilih itu? Karena aku ngga tau lagi mau ngambil apa, hahaha. Sebenarnya orangtuaku cukup demokratis untuk tidak memaksakan pilihan jurusan kuliah yang bagus. Mungkin karena itu juga aku malah tambah bingung mau ambil apa. Ibu menginginkan aku menjadi guru karena aku wanita, dan Bapak bebas-bebas aja selama aku suka, padahal aku nggak tahu apa yang aku suka. Setelah mikir sana mikir sini akhirnya terpilihlah dua jurusan tadi, yang utama karena jurusan itu masa depannya terjamin, peluang kerja banyak. Yah setidaknya itu yang aku pikirkan waktu itu.

Baca Juga: Belajar Mudah dan Efektif di Era Milenial

Selama kelas XII, teman-temanku sudah banyak mempersiapkan bahkan mengikuti tes-tes mandiri, kedinasan, dan tes entah apa yang sebenarnya aku nggak tahu. Sejujurnya waktu itu aku sama sekali nggak tahu info kampus. Untuk mencari informasi gak semudah sekarang, dulu hpku aja masih nok*ia poliponik, kalau mau searching harus ke warnet. Aku hanya mengandalkan SNMPTN aja, karena cuma itu jalur masuk kampus yang kutahu.

Tibalah waktu tes SNMPTN, tempat tesku adalah di UM tepatnya di Fakultas Sastra. Tesnya kujalani dengan cukup santai, nggak terlalu terbebani atau kepikiran macam-macam. Pokoknya pasrah ajalah, yang penting udah usaha maksimal, ngerjain yang aku bisa. Setelah tes selesai, baru aku kepikiran, kok aku cuman ikut SNMPTN aja ya, kayak bakal masuk aja. Teman-teman lain pada ngambil banyak tes buat jaga-jaga, tapi aku?

Akhirnya aku memutuskan untuk ikut ujian mandiri di UM, biar kayak teman-teman yang lain. Waktu itu aku ngambil jurusan Pendidikan Teknik Informatika pada pilihan pertama, sama seperti pilihan dua di SNMPTN, dan Pendidikan Geografi di pilihan dua. Lho kok bisa ambil Geografi, berarti ambil IPC ya. Nggak kok, aku tetap ambil IPA. Kenapa bisa ada Geografi, hal ini karena waktu itu di UM, Pendidikan Geografi masuk ke fakultas MIPA, kemudian pada tahun kedua aku kuliah baru pindah ke Fak. Ilmu Sosial. Nah, kenapa mutusin ambil geografi, padahal ya di sekolah gak ada mapel geografi di jurusan IPA, dapat materi geo cuma satu semester di kelas X gantian sama sejarah.

Aku ambil geo karena buat ngisi kekosongan pilihan jurusan aja, hhaha. Daaan ternyata ketika pengumuman, aku lolos di Geografi ini, berhubung pengumuman mandiri lebih dulu dari SNMPTN, muncullah kegalauan yang haqiqi. Mau diambil atau nggak, karena registrasinya sebelum pengumuman SNMPTN juga. Waktu itu aku merasa bahwa akan ketrima di SNMPTN, entah kenapa, tapi di pilihan kedua. Dengan pedenya akhirnya aku memutuskan buat ambil jurusan geo ini, dengan beberapa pertimbangan. Pertama karena ibuku pengen aku jadi guru, meski aku nggak sama sekali. Kedua jika aku masuk di pillihan dua SNMPTN, yaitu di UM juga, maka nanti dapat kualihkan ke jalur SNMPTN-nya. Gokil sih kayaknya, sok kepedean dan super gambling.

Akhirnya tibalah pengumuman SNMPTN, aku gak berani buka sendiri, was-was banget. Sampai beberapa temanku sms bahwa aku ketrima, tapi gak tahu di jurusan apa karena hanya berupa kode jurusan. Jadi dulu pengumuman bisa dilihat di website dan koran. Karena penasaran, akhirnya langsung cabut ke warnet dan buka pengumuman, dan ternyata beneran ketrima, setelah kucari kodenya, ternyata itu adalah pilihan pertama. Iya pertama, bukan kedua. Entah kenapa malah sedih, tapi seneng juga sih. Ini berarti rencanaku semula tidak bisa kulakukan. Berhubung aku sudah registrasi di Geografi UM, dan uangnya tidak dapat ditarik kembali, padahal orang tua udah gak punya biaya lagi jika harus ambil yang UB.

Waktu itu Bapak sangat kecewa karena aku nggak sabaran nunggu hasil SNMPTN, dan bahkan setelah lulus bertahun-tahun Bapak masih sering mengungkit masalah itu, hahha. Jujur aku juga teramat sangat kecewa dengan diriku sendiri, tapi udah terlanjur, apa mau menyesali terus? Apa mau meratapi nasib tanpa berbuat apa pun? Yah meski selama kuliah aku akui bahwa hatiku tidak sepenuhnya di sana, dan ini yang sekarang lebih kusesali karena aku merasa tidak mendapat apa pun selama empat tahun kuliah. Tapi, kalau kupikir-pikir lagi, sekarang aku sangat bersyukur bisa berada di tempatku saat ini, yang mungkin akan sangat berbeda bila aku memutuskan untuk mengambil UB.

Nah, jadi apa yang bisa disimpulkan buat milih jurusan yang bagus dari cerita konyol tadi?

Jadi, karena milih jurusan kuliah itu menjadi salah satu pijakan yang dapat menentukan masa depan kita, bagaimana tips untuk memilih jurusan sesuai dengan passion kamu. Yang pertama, pastinya ketahui bakat dan minat kamu. Ini sangat penting karena kalau kuliah gak di tempat yang gak kamu sukai, nantinya bakal sia-sia, buang-buang waktu dan biaya. Kedua, cari tahu jurusan yang sesuai dengan passion kamu, cari segala macam seluk-beluknya, mulai dari prospek jurusan, apa yang dipelajari waktu kuliah, kampus mana yang bagus, bagaimana jaringan alumninya, dsb. Ketiga, lobi orangtua agar mau mendukung cita-cita kamu, penting banget nih, karena ridho Allah ada pada ridho orangtua. Kalau orangtua udah mendukung InsyaAllah semesta ikut mendukung, ciyeee.

Yah, yang pasti usaha kalian akan dilancarkan dan tentunya hati kalian akan mantap menjalani apa yang sudah kalian pilih. Nah, yang terakhir dan yang terpenting nih, selalu libatkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan kalian, karena apa yang kita inginkan belum tentu itu yang terbaik menurut skenario Allah. Karena sekuat apa pun yang kita perjuangkan, Allah berkata tidak, maka memang itu bukan jalan kita.

Baca Juga: Perbedaan Mahasiswa Aktivis dan Apatis, Yang Manakah Kamu?

Bagi kalian yang masih bingung dalam memilih jurusan kuliah yang bagus apa, Bias Education dapat membantu kalian memilih jurusan yang tepat sesuai dengan keinginan dan kepribadian kalian.

persiapan-tes-cpns

Persiapan Tes CPNS Tahap SKD [3 Tips]

Hai Sahabat BIAS, sudah siapkah kamu menghadapi seleksi tes CPNS yang rencananya akan dibuka dalam waktu dekat ini? Sebenarnya apa sih yang harus dipersiapkan untuk menempuh tes CPNS? Berikut ada beberapa tips persiapan tes cpns tahap seleksi CAT (Computer Asissted Test):

Pertama, Siapkan kelengkapan berkas untuk seleksi administrasi

Kedua, Siapkan mental baja seorang pejuang CPNS

Ketiga, Perbanyak do’a

Poin paling penting yang harus digaris bawahi oleh peserta seleksi CPNS adalah menyiapkan mental baja seorang pejuang CPNS. Kesiapan mental ini meliputi penguasaan materi ujian CAT (Computer Asissted Test) , latihan soal, dan kepercayaan diri. Tiga hal ini sangat penting karena orang yang hanya mempersiapkan pemahaman materi saja bisa jadi tidak lolos seleksi kalau kepercayaan dirinya terkapar tak berdaya di hari H.

Baca Juga: Kegiatan Donor Darah Bias Education di Kampung Inggris

Untuk penguasaan materi dan rutinitas latihan soal ujian CPNS ini bisa Sahabat ikuti di BIAS Education juga. Kenapa BIAS Education??? BIAS menyediakan program SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) bagi para Sahabat yang ingin memperdalam materi tentang ujian CPNS sekaligus memperbanyak latihan soal agar semakin lihai saat mengerjakan ujian yang sebenarnya nanti.

Apa sih yang menakutkan dari SKD ini kok sampai butuh kepercayaan diri yang kuat? Gini nih Sahabat, banyak sekali orang yang ingin menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) datang dari segala penjuru negeri. Bahkan, orang yang sudah mendapatkan pekerjaan mapan di perusahaan swasta pun ada yang masih ingin berjuang untuk mengikuti seleksi CPNS ini. Ketika Sahabat naik kereta untuk menuju lokasi tes, bisa jadi semua penumpang kereta tersebut adalah peserta SKD pada hari itu. Belum lagi yang datang dari daerah-daerah lain.

Nah, kuncinya satu Sahabat, “Jangan Sampai Kalah Mental”, percaya diri sangat diperlukan saat nanti sampai di lokasi tes dan bertemu banyak sekali peserta dari berbagai daerah yang memperebutkan posisi yang sama. Biasanya, saat ngobrol sambil kenalan gitu Sahabat bakal ketemu sama orang yang menurut Sahabat jauh lebih hebat. Namun, kalau mental Sahabat menciut karena bertemu dengan orang yang lebih hebat yang memperebutkan posisi yang sama, maka Sahabat sudah tamat di tempat.

Bagaimana persiapan tes cpns kalian? Sudah siapkah mental baja seorang pejuang CPNS-nya Sahabat BIAS?

Baca Juga: Tahun Ini dengan Segala Lukanya

reading-comprehension

3 Tips Mengerjakan Soal Reading Comprehension

Hai gaes, kalian pernah ga sih merasa kesulitan saat membaca teks berbahasa Inggris? Tentu pernah ya, apalagi buat kalian yang akan menghadapi beragam ujian kompetensi bahasa Inggris, mulai dari TOEFL hingga IELTS. Tak hanya tes bahasa saja, buat kalian yang akan menjalani seleksi perguruan tinggi pun kudu siap-siap nih. Pasalnya, hampir semua ujian seleksi perguruan tinggi menyertakan soal reading comprehension lho! Nah, temen-temen yang mau tau apa sih reading comprehension itu dan gimana cara buat menaklukkannya, yuk dibaca.

Reading itu apa sih? Reading merupakan salah satu komponen penting dalam language skills (kemampuan berbahasa) yang seringkali dianggap sebagai kemampuan yang paling tinggi tingkatannya. Mengapa? Ternyata bukan tanpa alasan, karena memang reading skill membutuhkan kemampuan yang terintegrasi. Jadi, untuk dapat menguasai kemampuan yang satu ini, kita harus memperhatikan beberapa hal, seperti tipe teks, penggunaan bahasa, grammar, vocabulary, dan sebagainya.

Dalam SBMPTN maupun Ujian Mandiri lainnya, kemampuan yang lebih ditekankan adalah reading comprehension atau pemahaman dalam membaca.. Meskipun membutuhkan kemampuan yang terintegrasi, kemampuan reading comprehension dapat ditingkatkan dengan beberapa hal:

1. Casual reading

Kebiasaan membaca seseorang akan mempengaruhi kemampuan membacanya. Semakin sering membaca, maka akan semakin mudah dan cepat dalam memahami sebuah bacaan. Biasakan untuk membaca, paling tidak satu artikel bahasa Inggris dalam sehari. Tidak perlu memilih tema yang berat dan tinggi, namun pilihlah sesuai dengan kesukaan atau minat (bisa membaca artikel olahraga, musik, dll). Selain itu, membaca komik dan menonton film dengan subtitle bahasa Inggris pun dapat membantu. Jadi, yang terpenting adalah MEMBACA!!!

2. Belajar grammar dan vocabulary

Meskipun terfokus pada reading, ternyata grammar dan vocabulary juga sangat mempengaruhi kemampuan membaca seseorang. Paling tidak, kuasai materi basic grammar seperti part of speech, phrase, dan tenses. Untuk vocabulary, usahakan setiap hari menambah asupan vocab baru, bisa didapatkan dari casual reading yang dilakukan.

3. Reading comprehension excercises

Setelah melakukan kedua hal di atas, meningkatkan kemampuan reading juga perlu diuji dengan mengerjakan beberapa latihan soal. Semakin banyak mengetahui tipe soal dan bacaan, maka kemampuan membaca akan semakin familiar.

Nah, jika sudah melakukan ketiga hal tersebut, maka kemampuan membaca akan bisa meningkat. Akan tetapi masih ada satu hal penting yang perlu dilakukan dalam membaca, yakni FOKUS. Untuk menjaga agar tetap fokus, siapkan fisik dan dilarang MENGANTUK.

Bagaimana? Sudah memahami tips mengerjakan soal reading comprehension? Kalo masih bingung, yuk gabung di Bias Education. Bimbel SBMPTN terbaik di Kampung Inggris

perjalanan

Catat aku sebagai seorang pejuang

Catat Aku sebagai Seorang Pejuang

Angin masih berhembus dengan irama yang sama
Lalu lalang kendaraan, hanya sekedar lewat. Musim hujan, dingin dan tak ada yang bisa dikenang.

Harapan, riuh rendah muncul dengan kekhawatiran yang semakin meningkat. Di tengah jalan kadang bertanya. Apakah masih bisa?

Duduklah sebentar saja, tarik nafas secara perlahan, pejamkan mata dan katakan, “Aku baik-baik saja dan aku akan mendapatkannya…”

Sekali lagi, catat aku sebagai seorang pejuang

Tips Sukses Bimbel Karantina

Pernahkah Sobat Bias merasakan suasana yang begitu melankolis suatu waktu? Waktu yang singkat namun berat untuk dirasakan.

Apabila mendapati kondisi tersebut, cobalah Sobat Bias mengingat perjuangan “Tak Sadar” waktu kecil. Perjuangan sederhana, namun mempunyai hasil yang luar biasa.
Apa itu?

Berlatih berjalan.

Coba ingat-ingat cerita waktu itu,

Apakah Sobat Bias saat masih kecil sudah memikirkan kemungkinan terbaik atau kemungkinan terburuk ketika memilih suatu hal? tidak bukan. Pernahkah Sobat Bias berpikir untuk berhenti berlatih berjalan setelah sekian ratus kali jatuh ke lantai? Tidak bukan.

Pernahkah kemudian mengeluh, berhenti sejenak berjalan atau kalo enggak memutuskan untuk hiatus dari latihan berjalan? Tidak juga kan?

Kaki seorang bayi begitu lemah, tak kuasa menahan badan. Tetapi, dengan latihan yang konsisten, kaki yang lemah itu akhirnya menjadi kuat. Bahkan ada yang bisa sampai berlari puluhan kilometer, berdiri dengan waktu yang lama. Kenapa saat kita masih kecil, kita mampu untuk bertahan sedangkan sekarang kita harus berpikir ulang? Bahkan memikirkan untuk mundur ke belakang?

Tanamkan niat itu dalam-dalam, berjalanlah dengan perlahan, tujuan adalah mimpi terindah yang akan kita rasakan. Kita pernah menjadi seorang pejuang dan akan menjadi seorang pejuang.

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Prajurit Jaga Malam Chairil Anwar

Insecurity Pada Millennials

belajar mandiri

Saat Introvert Malu Bertanya Di Kelas

Pernah nggak sih sobat bias malu atau sungkan bertanya di kelas? Apalagi saat anak introvert bertanya di kelas

Takut ganggu lah, takut dibilang menghambat materi di kelas lah
dan ketakutan-ketakutan yang lain…

Kira-kira ada solusinya nggak min?
Kalo nggak, kita ketinggalan materi nih…
jadi sedih deh…

Tenang wahai Sobat Bias sekalian…
Jangan khawatir,…
Di Bias sudah difasilitasi loh, bagi kalian yang merasa nggak enak bertanya di kelas.
Terutama anak introvert nih.

Emang ada min?
Ada donk?
Yang mana?
Jadi, bagi kamu,.. iya kamu yang merasa sungkan atau takut bertanya dikelas, tetap tenang ya..
Ada beberapa kegiatan yang di fasilitasi oleh Bias Education untuk Sobat Bias yang sungkan bertanya di Kelas.

Tips Sukses Bimbel Karantina SBMPTN [Yang Terlewatkan]

Pertama, Kegiatan Pagi. Dalam kegiatan pagi, member Bias berpasangan dalam menentukan target belajar. Menghafal rumus dan mengerjakan soal.

Kedua, Study Club. Di setiap malam ada diskusi dengan teman satu kelas. Mengerjakan soal bareng di kelas, diskusi antar teman. Dengan kegiatan ini, diharapkan yang malu bertanya di kelas bisa menanyakan ke teman sebaya saat study club.

Ketiga, Kelas Tambahahan. Untuk kelas tambahan, member akan diajar dengan sahabat belajar. Siapakah sahabat belajar itu? Dia adalah teman sebaya yang lebih dahulu memahami materi. Mereka menentukan jadwal sendiri kapan waktunya untuk belajar bareng. Nah, kalo dengan sahabat belajar bisa belajar dengan leluasa dengan teman.

Keempat, Kelas Tambahan dengan Tutor. Kalo misalnya member Bias tidak memahami materi inti, maka bisa menanyakan kepada tutor yang bersangkutan. Member Bias bisa menanyakan langsung ke tutor dan membuat janji untuk waktu belajarnya.

Dengan kemudahan yang diberikan tersebut, Member Bias lebih leluasa untuk bertanya dan memahami materi. Jadi, bagi sobat Bias yang merasa dirinya Introvert bisa memanfaatkan sarana tersebut. Bagaimana kamu yang anak introvert bertanya di kelas? it’s okey right?

Trik Sukses Mengerjakan UTBK 2020

Sharing dan diskusi dengan BEM KM UGM. sumber : dok. Bias Edu

Ketika Memilih Untuk Gap Year

Kampus pilihan belum bisa diraih, akhirnya dengan beberapa pertimbangan memutuskan untuk gap year. Tetap tenang sobat Bias, meskipun gejolak emosi kesedihan dan tantangan banyak terjadi saat menjalaninya.

Gap year itu nggak enak mas, temen-temen sudah pada kuliah, saya belum. Nyesek rasanya kalo ketemu sama temen-temen seangkatan

Mungkin hampir semua sobat Bias yang memilih gap year pernah mengatakan kalimat itu atau setidaknya pernah melontarkan kalimat yang serupa. Bener nggak?

Pengalaman yang sobat Bias rasakan itu bertambah berat saat bertemu keluarga atau saudara jauh kemudian mereka menanyakan, “kuliah dimana?

Indonesia mempunyai budaya baik, yaitu budaya untuk saling peduli dan mengetahui kabar dari saudara dekat, jauh atau bahkan tetangga jauh. Terkadang, ketika mendapatkan hal yang tidak diinginkan dan ditanyakan, rasanya sedih, kecewa bahkan ingin marah.

“ngapain sih ikut campur urusan orang?”

Sobat Bias, kita nggak mungkin mengutuk budaya itu, tetapi yang terpenting bagaimana menyikapinya. Bukan pula mengutuk waktu atau nasib. Tetapi bertanya, what next? Langkah apa yang diambil setelah ini.

Kalau sobat Bias membaca biografi orang-orang sukses, mereka pasti mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali, bahkan sampai ratusan kali. Dan mereka tidak mengutuk waktu atau nasib, tetapi berpikir bagaimana bisa bangkit.

Oleh karena itu, what next? Mimin punya saran untuk sobat Bias.

Baca Juga: Memilih Jurusan Yang Bagus

EVALUASI DIRI

Setelah memilih gap year, sobat Bias harus mengevaluasi, apa sih yang salah kemaren? Atau rencana apa sih yang kurang tepat? Saat awal memilih untuk gap year, harus mempunyai pertimbangan yang matang, biar nantinya tidak terulang lagi.

EKSPLORASI DIRI

Ada banyak hal yang mungkin belum bisa sobat Bias lakukan saat masih sekolah dulu. Sekarang, waktunya sobat Bias eksplorasi hobi atau minat lebih dalam dan serius lagi.

Terkadang karena sibuknya kegiatan sekolah, akhirnya tidak maksimal untuk mengeksplorasi kemampuan diri sendiri.

Saat ini, sedang ngetrend pekerjaan yang sesuai hobi dan tidak bergantung sama instansi tertentu. Siapa tahu, hobi sobat Bias bisa menghasilkan uang dan bisa mandiri secara finansial.

MEMILIH JURUSAN

Apakah jurusan yang diambil sebelumnya adalah jurusan yang sobat Bias inginkan? Pertanyaan itu perlu ditanyakan kembali.

Disesuaikan juga keinginan pribadi dengan keinginan orang tua. Memang, banyak kejadian adanya perbedaan pilihan dengan orang itu. Berdiskusi dengan orang tua lebih intens sangat diperlukan.

Menurut mimin, terkadang menuruti keinginan orang tua yang baik untuk kita, meskipun berat perlu dilakukan. Bisa jadi, ada hikmah besar yang tersembunyi dibalik keputusan itu.

Dan yang penting perlu dipahami, kalau sudah takdir, yakinlah bahwa pasti sobat Bias akan mendapatkannya, meskipun terlebih dahulu memilih untuk gap year.

ATUR STRATEGI

Terakhir, perlu dipetakan materi yang ingin dipelajari, fokusannya materi dan mata pelajaran yang jadi prioritas. Tentu sobat Bias sudah mengetahui materi-materi apa yang mudah dan susah untuk dipahami.

Nah, gunanya pemetaan ini adalah untuk memudahkan sobat Bias belajar.

Tetap semangat ya sobat, ditunggu kabar suksesnya ya.

Gap year galau? Nggak la yau….

Baca Juga: Catat Aku Sebagai Seorang Pejuang