Try Out Bias Education

Trik Sukses Mengerjakan UTBK 2020

Hi, Sobat Bias…. hi, para pejuang UTBK. Bagaimana Kabarnya hari ini? Masih semangat kan? Atau udah merasa jenuh? Nah, untuk sukses mengerjakan UTBK itu bukan hanya sekedar belajar loh, tapi perlu juga strategi.

Apalagi pasca pengumuman SNMPTN, pasukan calon peserta UTBK semakin bertambah lo… Hal tersebut terjadi karena perserta yang tidak lolos di SNMPTN secara otomatis akan berpindah ke SBMPTN dengan melalui UTBK.

Persaingan yang semakin ketat ini perlu diimbangi dengan kesiapkan ekstra dari diri kita. Segala hal yang berkaitan dengan pelaksanan UTBK harus kita setting dengan baik, mulai dari penguasaan materi, menjaga kesehatan, hingga hari-H pelaksanaan UTBK nanti. Berikut ini beberapa prosedur dan tips yang dapat  kita lakukan agar sukses di UTBK 2020 ini.

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

1. Memahami Kisi-kisi dan Contoh Soal UTBK

Kisi-kisi dan contoh soal dibuat dan disebarkan dengan memuat manfaat bagi kita. Kita sebagai calon peserta UTBK SBMPTN dapat memanfaatkannya sebagai pegangan untuk menerka soal-soal yang akan muncul saat pelaksanaan ujian.

Oleh karena itu, kisi-kisi yang telah kalian terima jangan sampai hanya dibaca tanpa dipahami lebih lanjut. Kisi-kisi tersebut memuat penjelasan tipe soal yang akan keluar, perkiraan materinya, atau bentuk soalnya. Akan tetapi, tentunya soal yang akan muncul di ujian nanti memiliki bobot berkali-kali lipat apabila dibandingakan dengan contoh soal dalam kisi-kisi.

Jadi, jangan sampai beranggapan kalau soal yang akan muncul sama persis dengan contoh soal yang ada, kalian harus tetap mengasah kemampuan dengan cara berlatih soal yang setipe dengan contoh namun memiliki bobot yang tinggi agar suskses saat ujian nanti.

Baca Juga: Lebih Baik Mana Jurusan Teknik atau MIPA

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

2. Menjaga Kesehatan

Banyak cerita mengenai kondisi tubuh yang kurang fit saat pelaksaan ujian sehingga berdampak pada hasil ujian yang kurang maksimal. Bagaimana mau sukses utbk kalo sakit? Untuk mengantisipasi hal tersebut, kalian harus menjaga tubuh kalian sejak saat ini.

Walaupun harus mengejar penguasaan materi, jangan sampai memaksakan tubuh di luar batas kemampuannya. Seperti halnya, begadang setiap malam untuk belajar, lupa makan, hingga lupa olah raga. Kondisi seperti itu hanya akan membuat kondisi tubuh semakin buruk dan ketika ujian berlangsung tubuh tidak siap menghadapinya.

Oleh karena itu, buatlah jadwal belajar dan lakukan dengan tertib, makan makanan yang bisa menjaga kondisi tubuh, serta jagalah kesehatan dengan cara berolah raga. Apabila diperlukan minum suplemen yang dapat menjaga kondisi tubuh kita.

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

3. Bersikap Tenang ketika Ujian

Hasil ujian adalah modal kita untuk mendaftar di perguruan tinggi yang kita inginkan. Terkadang karena keinginan yang besar sekaligus ambisi yang tinggi membuat kondisi psikologis kita tidak stabil.

Kondisi tersebut jutru membuat kita sulit memanajemen waktu saat ujian sebab sikap tergesa-tergesa akan muncul. Oleh karena itu, mulai dari sekarang biasakan diri untuk berlatih mengerjakan dengan tenang dan memanagemen waktu dengan baik.

Baca Juga: Persiapan Program SBMPTN di Kampung Inggris

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

4. Istirahat Sebelum UTBK

Yang terpenting, setelah semua usaha belajar telah dilakukan istirahatlah sebentar. Maksutnya apa min? Setelah bergulat dengan materi pelajaran, latihan soal sampai larut malam sebelum ujian, beristirahatlah. Satu hari sebelum ujian, istirahatlah agar tubuh pikiran menjadi lebih tenang.

Tak lupa berdo’a kepada Allah s.w.t dan minta saran kepada mentor atau tutor yang bisa dilakukan dengan nyaman dan fleksibel bersama Bias Education untuk memompa semangat sebelum ujian.

Artificial-Intelligence

Ancaman Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) terhadap Generasi Muda Indonesia

Saat ini, kita sering mendapatkan informasi mengenai apa itu Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Di muatan berita apapun sering memberikan info terbaru terkait perkembangan kecerdasan buatan yang begitu cepat. Dengan kecerdasan buatan, secara tidak langsung mengambil ahli fungsi sebagian pekerjaan manusia. Sebagai contoh di China, mereka telah meresmikan presenter berita dengan teknologi kecerdasan buatan pertama di dunia pada tahun 2018.

Pada era Industri 4.0, teknologi kecerdasan buatan merupakan salah satu pendorong utama yang  mendukung implementasi teknologi di semua lini kehidupan mulai dari bidang pertanian, kesehatan atau bahkan pendidikan. Dengan adanya kecerdasan buatan, otomatisasi membuat produk dalam berbagai bidang akan menjadi berkali-kali lipat lebih mudah, rapi dan cepat.

ancaman kecerdasan buatan
Ilustrasi ancaman kecerdasan buatan -unsplash

Dibalik kemudahan yang diberikan oleh teknologi, ada dampak besar yang mengintai manusia  yaitu, pengangguran. Dalam sebuah penelitian yang diselidiki secara luas berdasarkan statistik, Carl Benedikt dan Michael Osborne memperkirakan bahwa sekitar 47 persen karyawan di AS berisiko kehilangan karier mereka di abad ke-21 karena teknologi kecerdasan buatan. Tidak hanya di Amerika, Deloitte yang berkolaborasi dengan Carl Benedikt dan Michael Osborne menyatakan bahwa 35 persen pekerjaan di Inggris berisiko tinggi terhadap komputerisasi dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

Beberapa peneliti dan pengembang menyatakan bahwa kecerdasan buatan dapat tumbuh sangat kuat, dan itu akan menjadi masalah bagi manusia untuk dikendalikan. Kecerdasan buatan dikembangkan dengan memperkenalkan sebanyak mungkin kecerdasan manusia, seperti kapasitas untuk berlogika, pemahaman, kesadaran diri, pembelajaran, pengetahuan emosional, perencanaan, kreativitas, dan penyelesaian masalah.

Baca Juga: Belajar Sambil Bermain di Bias Education

Jika itu terjadi, manusia tampaknya akan terancam, dan itu mungkin menjadi ancaman besar bagi keselamatan kita. Stephen Hawking, yang merupakan salah satu ilmuwan paling berpengaruh saat ini, percaya bahwa umat manusia dalam bahaya kehancuran diri karena teknologi kecerdasan buatan. Dalam wawancaranya dengan WIRED Hawking mengatakan, “AI yang sangat cerdas akan sangat baik dalam mencapai tujuannya, dan jika tujuan itu tidak selaras dengan tujuan kami, kami dalam masalah.”

ancaman kecerdasan buatan
Ilustrasi kecerdasan buatan -unsplash.com

Disisi lain, Indonesia  diprediksi  akan  mengalami  bonus  demografi dimana jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen dan sisa 30 persennya, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15  tahun  dan  diatas  65  tahun ). Bersamaan dengan adanya era industri 4.0, bonus demografi Indonesia terutama generasi muda akan menghadapi tantangan besar, yang mana produktifitas generasi muda akan bersaing dengan teknologi kecerdasan buatan.

Namun melihat karakteristik kecerdasan buatan sekarang tidaklah se-progresif manusia, yang mana sifat alami manusia yaitu selalu berkembang seiring berkembangnya teknologi. Sangat berbeda dengan kecerdasan buatan yang hanya bisa bekerja berdasarkan data yang tersedia, sehingga bila data tidak ter-input dengan baik akan berujung dengan jawaban atau tanggapan yang tidak tepat, saat ini kecerdasan buatan baru bisa berkembang pada tahapan narrow AI/ weak AI, dimana pengolahan data  diterapkan untuk melakukan tugas-tugas yang terbatas seperti yang biasa Anda perintahkan kepada Siri, Cortana, dan Google Assistant.

Jika ditinjau dari segi progresifitasnya, generasi muda sekarang sangat bisa lebih unggul dibandingkan teknologi kecerdasan buatan asalkan generasi muda tersebut mempunyai kemauan untuk terus belajar dan berkembang di era teknologi ini ,supaya tidak tertinggal jauh. Namun disisi lain ada general AI atau strong AI yang akan terus dikembangkan oleh para ilmuwan, dimana kecerdasan buatan dapat belajar dan beradaptasi untuk nantinya melakukan tantangan atau tugas yang membutuhkan kecerdasan manusia.

ancaman kecerdasan buatan
Ilustrasi perkembangan teknologi -unsplash.com

Ini merupakan tantangan yang lebih besar lagi bagi generasi muda sekarang. Jika generasi muda yang ada sekarang terhipnotis dengan kemewahan teknologi dan memiliki pola konsumtif tanpa ingin mengembangkan diri untuk jauh diatas teknologi, maka generasi muda sendiri akan dikalahkan dengan teknologi kecerdasan buatan dan 70 persen usia produktif yang di gadang-gadang akan menjadi agen perubahan Indonesia hanya akan menjadi pengabdi teknologi dan tidak bisa mensiasati masalah yang akan dihadapi.

Baca Juga: Kuatkan Ibadah, Belajar Menjadi Berkah