software reference manager

Mengenal Lebih Dekat Software Reference Manager

Hallo sobat Bias.. Ada yang pernah mendapatkan tugas membuat makalah atau karya tulis ilmiah, namun masih menggunakan cara manual saat menulis daftar pustaka? Sudah pernah denger software reference manager?

Nah, kali ini mimin akan memberikan informasi cara cangih untuk membuat daftar pustaka saat mencari referensi dari internet maupun offline.

Perlu diketahui sumber referensi yang diperoleh dari berbagai sumber rujukan harus terorganisisr dengan rapi untuk mempermudah pengutipan. Cara untuk memudahkan peneliti untuk mengorganisir sumber referensi dinamakan reference manager atau manajemen pustaka.

Ada beberapa tips untuk memulai pengorganisasian informasi yang diperoleh dari sumber referensi, diantaranya:

  1. Referensi yang sudah terkumpul segera baca dan telaah sebanyak-banyaknya informasi yang diperoleh.
  2. Carilah persamaan atau perbedaan yang terjadi antara literature yang satu dengan yang lainnya
  3. Berdasarkan hasil identifikasi dan klasifikasi, maka pikirkan kembali manakan yang paling relevan dengan rumusan masalah dan akan ditulis atau disusun menjadi kajian pustaka
  4. Penulisan daftar pustaka harus menggikuti sitasi yang ditulis oleh peneliti

Baca Juga: Member Bias: Bias itu Be Inspiration And Strong

Umumnya, belum banyak orang yang mengenal software reference manager dan masih memungkinan mengunakan tools yang bersifat manual. Contohnya, setelah mengutip informasi dari sumber referensi online atau offline, orang akan mengetik daftar pustaka dibagian paling akhir karya ilmiah dan disibukkan dengan kegiatan mencari file dikomputer atau mecatat dari buku.  Cara cangih dan cepat sangat perlu diera sekarang, dengan pengenalan menggunakan perangkat lunak dengan fungsi reference manager. Beberapa aplikasi yang bisa digunakan diantaranya: Zotero, Mendeley, Endnote, dan References di Microsoft words.

Berikut ini tampilan masing-masing software

Gambar 1. Tampilan software reference manager EndNote
Gambar 2. Tampilan software reference manager Mendeley
Gambar 3. Tampilan software reference manager Zotero
Gambar 4. Tampilan software reference manager pada MS.Word

Mimin mau kasih terstimoni saat mengunakan software diatas. Aplikasi diatas bisa diunduh di internet, ada yang trial dan full gratis. EndNote bersifat trial 30 hari dan kemudian akan dikenakan biaya, kelebihanya EndNote adalah bisa digunakan mengganti Mendeley yang tidak ada format sitasi  di Jurnal saat ditulis. Zotero bisa menyimpan data dari internet, misalnya jurnal online. Web pages, blog, artikel Wikipedia maupun data buku yang berasal dari amazon.com. Kelebihan lainnya, Zotero bersifat gratis dan mampu mengklasifikasikan dalam berbagai folder yang dapat diberi penamaan sesuai keinginan. Selanjutnya Mendeley  bisa memberikan paket gratis serta berbayar dengan opsi ruang penyimpanan online yang lebih besar. Kelemahanyya Zotero dan Mendeley tidak memiliki kemampuan database search.

Secara khusus, Mendeley hanya dapat dijalankan jika mendaftar pada akun Mendeley. Ketika membuka aplikasi ini, kita diminta untuk menuliskan username dan kata kunci.Sementara Zotero dapat kita set tanpa berhubungan dengan akun Zotero, artinya dapat atur agar semua data tersimpan dalam komputer saja. Terakhir, menu reference pada Ms. Word kelebihannya dapat digunakan tanpa mengunduh di internet namun keterbatasanya tidak mampu terintegrasi dengan folder yang menyimpan file-file yang sudah ada di komputer. Nah, bagaimana sobat BIAS? Penasaran ingin mencobanya? Silahkan mengunduh website resmi mendeley (https://mendeley.com), Zotero, pada website resminya (https://www.zotero.org/), dan alamat website EndNote (https://endnote.com/).

Baca Juga: Bias, Hadiah Kecil dari Tuhan

annie-spratt-ORDz1m1-q0I-unsplash

Home Learning SBMPTN

Hai sobat Bias… masih semangat belajar untuk lolos sbmptn kan? harus donk,… meskipun dengan keadaan mewabahnya pandemi korona, semua akses kegiatan kumpul bersama dilarang dan beberapa wilayah sedang dikarantina, kita harus mempunyai semangat untuk meraih cita-cita, dengan cara home learning sbmptn atau belajar #dirumahaja materi sbmptn

Nah, bagi kalian yang sedang belajar di rumah dan ingin memaksimalkan proses belajarnya, mimin punya tips nih buat Sobat Bias semuanya. Meskipun pembelajaran online, tapi tetap bisa efektif belajarnya seperti belajar offlinne atau tatap muka ya…

“Bagaimana caranya kak?”

“Begini caranya…” (gaya menjawab ala-ala motivator, yang itu tuh, wkwkwkwk…)

1. Berdo’a

Sebelum memulai belajar, alangkah baiknya kita berdo’a agar dimudahkan dalam proses belajar. Dan sesuatu yang baik, harus diawali dengan yang baik dan biar berkah dalam belajarnya sehingga maksimal home learning materi sbmptn-nya.

Ilustrasi bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi belajar -unsplash.com

2. Buat Rencana Belajar

Kadang ketika dihadapkan harus belajar apa, bingung milih mapel apa yang mau dipelajari lalu bab apa aja, dan butuh waktu berapa lama. Nah, untuk menghindari kebingungan kita persiapkan dulu rencana belajar untuk home learning hari itu.

Belajar materi apa aja, berapa lama belajarnya, ngapain aja selama belajar, target soal hari itu berapa. Harus detail ya sobat Bias, biar bisa maksimal belajar, maksimal bantu-bantu di rumah dan tentu rebahan yang maksimal juga, wkwkwkwkwk

3. Nyari lokasi ternyaman

Belajar akan susah kalo tempat belajarnya kurang nyaman. Bener nggak? Nah, biar bisa belajar dengan nyaman dan tenang, cari terlebih dahulu tempat yang nyaman buat belajar. Belakang rumah sambil dengerin suara kicauan burung atau belajar sambil ditemani secangkir coklat hangat misalnya. Adeuh,… nikmatnya…. wkwkwkwkwk

Eits, lupa kalo sekarang ramadhan, berarti ditemani Al-Qur’an. Masya Allah J

Dengan suasana belajar yang nyaman, sobat Bias akan bisa menyerap dan memahami materi dengan baik. Fokus dengan pelajarannya dan maksimal dalam ngerjain latihan soalnya.

Baca Juga: Sehari Bersama Member Bias Education

4. Korelasikan dengan Kehidupan sehari-hari

Menurut mimin nih, paling gampang mengingat suatu rumus atau materi adalah dengan mengaitkan dengan kejadian atau peristiwa yang kita lihat atau kita alami. Apalagi saat home learning seperti ini. Mengapa? Karena saat melihat peristiwa kita akan mengaitkan emosi di dalamnya. Entah takjub, heran, penasaran, jengkel, gemes atau yang lain.

Ketika ada emosi yang ikut, maka ingatan akan peristiwa itu lebih kuat. Dengan peristiwa yang terjadi dan berhubungan dengan materi pelajaran yang ada, akan memudahkan sobat Bias mengingat materi itu dari peristiwa tersebut.

Contohnya nih, saat mewabahnya virus korona, banyak sekali informasi bagaimana tubuh melawan virus dan peristiwa bagaimana seseorang terpapar virus korona. Dari sini, bisa kita pelajari perilaku virus tersebut.

Bagi sobat Bias yang belajar mapel Biologi dengan materi virus, bisa mengaitkan materi itu dengan peristiwa mewabahnya virus korona. Ketika ditanya mengenai materi virus, sobat Bias dapat mengingatnya dari peristiwa saat ini.

Ilustrasi bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Mencatat -unsplash.com

5. Mencatat

Hal yang paling klise saat belajar selain membaca adalah mencatat. Yaps, mencatat dan mencatat… Meskipun menolak dengan sejuta alasan bahkan ditambah ribuan lagi, tetep ya, mencatat itu salah satu metode belajar yang sangat penting. Dengan mencatat, kita akan lebih mudah untuk mengingat dan dapat belajar lagi dari catatan tersebut.

Kalo mengang buku yang tebel biasanya agak malas kan? Ya kan? wkwkwkwk … Dengan catatan itu sobat Bias jadi nggak takut lagi kalo mau belajar dan lebih mudah karena sudah merangkum dari banyak materi.

6. Rehat

“Loh min, bener rehat? Nggak salah nih?”

Yups... nggak salah kok. Belajar dengan sistem online, kadang hanya mampu berkonsentrasi beberapa menit saja. Mengapa? Karena sedikitnya rangsangan motorik dalam belajar online. Berbeda dengan belajar klasikal, ada diskusi dua arah, ada banyak temen dan kalo ngantuk ada yang negur, wkwkwkwk

Biar bisa belajar efektif, maksimalkan waktu untuk belajar dengan target misalnya 30 menit atau 1 jam bahkan bisa lebih bergantung kemampuan sobat Bias. Lalu, istirahat 5 menit untuk menyegarkan otak, abis itu lanjut lagi belajar.

Dalam Home learning, kemampuan setiap orang berbeda-beda, jadi nggak perlu dipaksain. Silahkan disesuaikan berapa lama belajarnya dan waktu istirahatnya. Yang penting jangan sampai ke-bablas-an rehatnya ya, wkwkwkwkwk

Baca Juga: Intip Cara Masuk Sekolah Kedinasan