menjadi data scientist

Jurusan Yang Diperlukan Untuk Kamu Yang Ingin Jadi Data Scientist

Data Scientist adalah profesi yang paling diminati di abad 21 ini. Banyak sekali perusahaan besar menggunakan jasa para data scientist. Pertanyaannya, kenapa?

Perkembangan teknologi yang begitu cepat khususnya mengenai internet dan informasi, membuat perusahaan mulai fokus pada data atau informasi yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya, maka muncullah istilah big data.

Big data adalah sekumpulan data yang terkumpul sangat banyak dan beragam jenis dengan volume yang besar. Dalam big data dikenal dengan istilah volume, variety dan velocity. Volume berkaitan dengan jumlah data, variety berkaitan dengan jenis data, dan velocity adalah kecepatan data yang masuk.

Ilustrasi jurusan data scientist -unsplash.com
Ilustrasi big data -unsplash.com

Contoh sederhananya adalah saat Sobat Bias daftar akun instagram. Volume adalah banyaknya akun yang dibuat, variety adalah jenis informasi pada akun baru dan velocity adalah kecepatan akun baru yang dibuat dalam waktu tertentu.

Baca Juga: Info Beasiswa Utusan Daerah IPB

Mungkin, kalo lingkup kota tidak seberapa banyak, kalo lingkup provinsi, negara atau bahkan dunia, bisa sampek milyaran data. Nah, ini diperlukan ilmu tertentu untuk mengolah data tersebut.

Data yang banyak tersebut diolah dan dianalisa oleh seorang data scientist. Tidak hanya menganalisa saja, sata scientist juga melakukan eksperimen data. Gunanya apa kak?

Dari hasil analisa dan eksperimen inilah yang digunakan oleh data scientist untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada perusahaan.

Ilustrasi jurusan data scientist -unsplash.com
Ilustrasi menjadi data scientist -unsplash.com

Kalo ingin jadi data scientist, gimana donk?

Jurusan yang bisa mengasah skill seorang data scientist sebagai berikut,

  1. Statistika, berlatih mengenai analisa dan pengolahan data
  2. Matematika, berlatih mengenai pola pikir (algoritma) dan analisa numerik
  3. Teknik Informatika, berlatih pemrograman baik dari segi perhitungan maupun visualisasi data

Sebenarnya, jurusan apapun bisa menjadi seorang data scientist asal bisa menguasai skill seorang data scientist. Misalnya, beberapa teori dalam statistika, pemrograman khususnya python, machine learning, selain kemampuan teknis juga didukung dengan kemampuan dalam komunikasi, kreativitas maupun pengetahuan tentang bisnis.

Jadi, kalo Sobat Bias sudah terlanjur kuliah di jurusan yang tidak ada background seorang data scientist, dan ingin menjadi seorang data scientist bisa terwujud asal mau untuk belajar secara mandiri. Semangat!

Baca Juga: 7 Tips Belajar Memanfaatkan waktu #dirumahaja ala Traveler

pendaftaran sekolah kedinasan

Daftar Sekolah Kedinasan Yang Buka di Bulan Juni

Halo Sobat Bias, bagaimana kabarnya hari ini? Masih semangat kan?

Beberapa waktu lalu denger kabar nggak kalo tahun ini PKN STAN nggak buka pendaftaran? Mimin yakin, pasti banyak yang sedih denger kabar ini. Tapi, jangan berlarut-larut ya, nanti imun tubuh jadi turun dan rentan loh, apalagi keadaan sedang pandemi korona. So, tetep semangat dan ambil hikmahnya ya.

Baca Juga: Solusi Belajar Online Saat Internet Lemot

Ngomong-ngomong, meskipun STAN tidak buka tahun ini, sekolah kedinasan lain tetap buka kok

Dikutip dari setkab.go.id, Kementerian PANRB menyampaikan rencana pembukaan dan pendaftaran seleksi sekolah kedinasan tahun 2020 melalui surat nomor B/435/M.SM.01.00/2020 tanggal 6 Mei 2020. Untuk detail surat dapat dilihat di unggahan akun twitter @kempanrb.

Urutan pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan sebagai berikut,

Satu, Pengumuman pendaftaran 1 Juni 2020.

Dua, Pendaftaran di SSCASN BKN 8-23 Juni 2020.

Tiga, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Juli 2020.

Empat, Pelaksanaan Seleksi Lanjutan diatur oleh masing-masing Kementerian/Lembaga.

Jadwal kegiatan dapat dilakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan kebijakan Pemerintah tentang Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat covid-19 yang ada di Indonesia.

Dikutip dari menpan.go.id, daftar sekolah kedinasan yang buka bulan juni sebagai berikut,

1. Kemendagri (IPDN),

2. BSSN (Poltek SSN),

3. Kemenkumham (Poltekip dan Poltekim),

4. BIN (STIN),

5. BPS (Politeknik Statistika STIS),

6. BMKG (STMKG),

7. Kemenhub (19 sekolah tinggi, poltek, dan akademi), yakni :

a) MATRA DARAT

1) PTDI STTD Bekasi

2) PKTJ Tegal

3) Poltrans SDP Palembang

4) PPI Madiun

5) Poltrada Bali

b) MATRA LAUT

1) STIP Jakarta

2) PIP Semarang

3) PIP Makassar

4) Poltekpel Malahayati

5) Poltekpel Sumbar

6) Poltekpel Banten

7) Poltekpel Surabaya

8) Poltekpel Barombong

c) MATRA UDARA

1) PPI Curug

2) Poltekbang Surabaya

3) Poltekbang Medan

4) Poltekbang Makassar

5) Poltekbang Palembang

6) Poltekbang Jayapura.

Bagaimana? Sobat Bias udah tahukan daftar sekolah kedinasan yang buka bulan juni? Silahkan dipersiapkan sebelum terlambat ya . . .

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Software reference Manager

Beasiswa Utusan Daerah IPB

Info Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Institut Pertanian Bogor (IPB)

Beasiswa Utusan Daerah (BUD) adalah jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana IPB yang direkomendasikan dan dibiayai oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan atau lembaga swasta yang bila lulus diharapkan kembali ke daerah untuk membangun daerah.

Proses Penerimaan

  1. Informasi dari IPB kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, perusahaan, BUMN, lembaga / yayasan.
  2. Komitmen dan kesediaan membiayai calon mahasiswa BUD oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, perusahaan, BUMN, lembaga / yayasan (calon penyandang dana).
  3. Penjaringan dan seleksi calon mahasiswa BUD oleh penyandang dana.
  4. Pendaftaran BUD secara online oleh penyandang dana ke IPB.
  5. Seleksi akhir dan pengumuman hasil seleksi calon mahasiswa BUD oleh IPB.
  6. Penyelesaian Naskah Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara IPB dan penyandang dana.
  7. Penyelesaian administrasi keuangan oleh penyandang dana.
  8. Pemanggilan dan registrasi calon mahasiswa BUD IPB.
  9. Perkuliahan mahasiswa dimulai.

Persyaratan Pelamar BUD (Akademik)

  1. Berumur tidak lebih dari 25 tahun
  2. Memiliki nilai rapor SMA/MA/SMK minimal 70,00 untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan BIologi selama 5 semester pertama
  3. Sehat jasmani dan rohani
  4. Bebas narkoba
  5. Bersedia tinggal di Asrama PPKU IPB pada tahun pertama

Baca Juga: 5 Jurus Agar Masyarakat Melek Baca

Tanggal Penting

  • Periode pendaftaran : 9 Maret – 30 Mei 2020
  • Seleksi berkas calon mahasiswa : 15-20 Juni 2020 
  • Pengumuman Hasil : 6 Juli 2020 pukul 16.00WIB dilaman https://registrasi.admisi.ipb.ac.id/
  • Registrasi online : 7 – 14 Juli 2020
  • Periode Pembayaran UKT : 15-24 Juli 2020 : 15-24 Juli 2020
  • Pembagian KTMS dan jas almamater : 19-20 Agustus 2020

Komponen Pembiayaan Beasiswa oleh Sponsor

  • Biaya pendaftaran Rp 500.000,-
  • Biaya Pendidikan Rp 15.000.000,-/semester
  • Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas (BPIF) : hanya dibayarkan sekali, sebesar Rp 50.000.000,- / orang untuk semua program studi, kecuali Program Studi Ilmu Gizi dan Kedokteran Hewan (Rp 70.000.000,-/ orang) dan Bisnis (Rp 90.000.000,-/orang)
  • Biaya Asrama PPKU IPB Rp 1.400.000,- (hanya sekali dibayarkan pada tahun pertama). Pada tahun pertama mahasiswa wajib tinggal di asrama PPKU IPB
  • Biaya Iuran BPJS (bagi yang belum memiliki asuransi kesehatan) Rp 1.320.000,-/tahun
  • Biaya penunjang pendidikan (biaya hidup, biaya asrama, biaya buku dan biaya riset) disesuaikan dengan kemampuan masing-masing mitra untuk diberikan kepada penerima beasiswa

Cara Pendaftaran BUD

Pendaftaran BUD dilakukan secara kelembagaan (bukan perorangan) oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah/Perusahaan/BUMN/Lembaga/Yayasan, dan dilakukan secara online melalui laman bud.admisi.ipb.ac.id.

Proses Secara Umum

  1. IPB melakukan sosialisasi dalam bentuk surat penawaran kerjasama BUD 2020
  2. Mitra/Calon mitra penyandang dana menyatakan minat untuk melakukan kerjasama Program BUD 2020 (via telp, datang langsung atau surat permohonan resmi) ke IPB
  3. IPB membuat akun mitra/calon mitra untuk dapat login ke laman pendaftaran (admisi.ipb.ac.id)
  4. Mitra mengisi data mitra (nama mitra, alamat mitra, PIC program BUD)
  5. Mitra mengisi data komitmen beasiswa
  6. Mitra mengunduh dan mencetak form komitmen beasiswa tersebut, kemudian ditempel meterai 6000 serta dibubuhi tanda tangan dan stempel basah. Dokumen asli dikirim ke IPB via pos/datang langsung, kemudian softcopy diunggah ke   sistem pendaftaran
  1. Pada form komitmen juga tercantum komitmen pembayaran biaya pendaftaran BUD 2020
  2. IPB melakukan verifikasi pada form komitmen beasiswa tersebut
  3. Jika form komitmen beasiswa sudah terverifikasi, IPB membuka akses untuk proses pengisian data siswa pelamar untuk mitra
  4. Mitra melakukan pembayaran biaya pendaftaran
  5. Mitra melengkapi data siswa pelamar melanjutkan proses input data siswa pelamar, (nilai rapor siswa pelamar) dan membuat akun siswa pelamar
  6. Siswa pelamar login menggunakan akun siswa
  7. Siswa pelamar melakukan verifikasi nilai rapor, mengisi biodata dan pilihan program studi
  8. Setelah semua pelamar menyelesaikan input data, mitra memberikan approval terhadap data siswa pelamar, kemudian submit dan proses pendaftaran selesai.
  9. Mitra mencetak kartu peserta untuk dibagikan ke siswa pelamar
  10. Proses pendaftaran BUD selesai

Proses oleh Mitra

  1. Mitra/calon mitra penyandang dana menerima surat penawaran kerjasama BUD 2020 dari IPB
  2. Mitra/calon mitra penyandang dana mengirimkan surat/mengajukan minat untuk melakukan kerjasama BUD 2020
  3. Mitra/calon mitra penyandang dana menerima akun mitra dan password dari IPB
  4. Mitra/calon mitra penyandang dana melakukan login pada laman pendaftaran BUD di admisi.ipb.ac.id
  5. Mitra mengisi data komitmen beasiswa
  6. Mitra mengunduh form komitmen beasiswa dan menandatangani form tersebut di atas meterai 6000 serta diberi stempel basah.
  7. Mitra mengunggah form komitmen beasiswa yang sudah ditandatangan dan distempel.
  8. Jika form komitmen telah terverifikasi, mitra dapat melanjutkan proses pengisian data nilai rapor pelamar pada menu Data Siswa Pelamar sesuai dengan form isian yang tersedia.
  9. Mitra menunggu proses verikasi dan input biodata oleh siswa pelamar selesai. Mitra mengedit data nilai rapor siswa jika ada kesalahan entry data. Setelah seluruh data siswa pelamar (nilai rapor, biodata, dan pemilihan program studi) sudah diverifikasi, mitra melakukan approval/penyelesaian data pendaftaran, dan proses pendaftaran selesai.
  10. Seluruh data yang sudah diselesaikan dan disetujui tidak dapat diubah kembali dengan alasan apapun
  11. Mitra mencetak kartu peserta siswa pelamar untuk kemudian diserahkan kepada masing-masing siswa pelamar.
  12. Proses pendaftaran selesai

Proses oleh Siswa

  1. Siswa dapat melakukan login pada bud.admisi.ipb.ac.id menggunakan akun pendaftaran yang diberikan oleh mitra
  2. Setiap siswa yang telah didaftarkan pada Jalur BUD dapat melihat data pendaftarannya
  3. Siswa dapat melihat data nilai rapor yang telah dimasukkan dan melakukan verifikasi nilai. Bila ada ketidakcocokkan data nilai, siswa dapat menyampaikan ke mitra untuk dilakukan perbaikan data nilai
  4. Siswa mengisi pilihan program studi dan biodata
  5. Siswa harus mengunggah pas foto berwarna yang ukuran filenya maksimum 5 MB
  6. Siswa menerima kartu peserta jalur BUD 2020 dari mitra/penyandang dana

Kontak Program BUD

Sekretariat BUD Program Sarjana
Direktorat Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa Baru (Ribka dan Apri)
Gedung Andi Hakim Nasoetion lantai 1 Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680
Telpon   : 0251-8624092, 8622642 ext. 111,
Email     : [email protected]
Whatsapp : 081282818035

Website : http://bud.ipb.ac.id

sumber: https://admisi.ipb.ac.id/beasiswa-utusan-daerah/

Baca Juga: Tips Jitu Sukses UTBK

Ilustrasi - Solusi Belajar Daring Saat Internet Terbatas

Solusi Belajar Daring Saat Internet Terbatas

Pernah nggak Sobat Bias mengalami yang namanya hidup terasa hampa akibat kuota internet akan habis? Susah sinyal? Buka ini itu nggak bisa? Seakan-akan terisolasi dari dunia luar? Dan harus belajar daring dengan internet terbatas?

Lalu, kelas lagi jalan, eh kuota udah mau abis atau internet lagi lemot. Duh, nasib-nasib.

Apa dosa hamba ya Allah….

Belum lagi kalo mau beli kuota harus pergi ke tempat agak jauh. Lalu di pintu keluar desa sudah di portal, disemprot desinfektan dulu kalo mau keluar atau masuk desa.

Ada yang pernah ngalamin? Duh, kok sedih ya… hiks,..

Apalagi harus dituntut untuk belajar biar bisa mengerjakan soal UTBK? Allahu Akbar,…

Hemm,.. tetap tenang ya Sobat Bias habis gelap terbitlah terang, kayak judul buku kumpulan surat R.A Kartini, hehehehe…  

Meskipun berada dalam keadaan “miris”, inget ya, ada tanda kutipnya. Jangan patah semangat, meskipun dengan keterbatasan tersebut, Sobat Bias bisa tetep belajar kok…

Gimana caranya kak?

Begini nih,…

Baca Juga: 7 Tips Memanfaatkan Waktu #dirumahaja ala Traveler

Manfaatin Media Sosial

Sobat Bias pasti punya grup belajar di Telegram atau WhatsApp kan? Nah, grup itu akan sangat membantu Sobat Bias dalam Belajar. Meskipun agak kurang maksimal, terutama pelajaran eksak minimal bisa untuk diskusi dan dapet wawasan baru.

Diskusi bisa dilakukan dengan teman dan pengajar di grup atau lewat private message. Kebanyakan koneksi yang dibutuhkan media sosial relatif lebih kecil, nggak butuh internet yang kenceng. Jadi, lebih mudah untuk mengakses isinya, apalagi kalo berbasis text.

Instagram maupun facebook juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran loh. Banyak sekali konten yang bermanfaat mulai dari pelajaran, skill tertentu ataupun pengetahuan umum. Tinggal di screenshot dan simpan di gawai Sobat Bias, biar bisa diakses kapan saja. Yang penting, jangan buka yang lain juga ya, fokus pada belajar, inget kuota terbatas, hehehe…

Unduh Aplikasi Luring (offline)

Kak, kalo kuotanya hilang pergi sama yang lain gimana donk?

Aelah, bucin mania! Wkwkwkwk,…

Tenang, sebelum masa gelap bener-bener gelap, Sobat Bias bisa mengunduh aplikasi android, komputer, website atau youtube yang berisi materi pembelajaran luring. Jadi, meskipun tidak ada kuota internet, Sobat Bias masih bisa belajar.

Yang perlu dipersiapkan adalah memori gawai harus cukup juga ya, biar bisa disimpen. Kenangan yang nggak penting, yang bikin sedih, yang unfaeah dipindahin atau dihapus aja, sudah saatnya untuk menatap harapan baru. Uhuk… wkwkwkwk…

Membaca Buku dan Catatan

Terakhir nih yang paling klise sob, buku dan catatan itu alat paling bisa diandalin deh pokoknya. Sejak zaman Socrates sampek Mas Menteri sekolah, buku dan catatan adalah alat belajar yang paling sering dipake. Jadi, silahkan Sobat Bias buka kembali buku dan catatannya, diulang-ulang lagi materi yang sudah disampaikan oleh tutor.

Silahkan diawali dari konsep yang paling dasar, diulangi lagi dipahami sampek bener-bener paham. Bila ada pertanyaan, ditulis dulu aja sampek ada kuota internet yang turun dari langit, hehehe,… Kalo udah baru dimanfaatkan untuk mencari materi yang belum kita pahami atau nanya temen maupun tutor.

Inget ya, fase ini sangat ditentukan oleh keseriusan Sobat Bias semuanya, mengingat semua harus dilakukan secara mandiri. Hikmahnya adalah Sobat Bias bisa berlatih lebih awal untuk menjadi mahasiswa mandiri.

Alangkah baiknya jika kita manfaatkan momen ini untuk berlatih apapun, sehingga saat pandemi korona diangkat Aamiin,… Sobat Bias sudah siap masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat ala Pelajar Anak Rantau

Ilustrasi - konsep belajar agus salim

Konsep Belajar #dirumahaja Keluarga Agus Salim

Sobat Bias nggak asing bukan dengan Agus Salim? Bukan bapak-bapak yang tinggal di gang sebelah lo ya, hehehe… Tetapi, bapak bangsa, salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Yang terkenal dengan diplomat jenaka dan seorang poliglot! Haji Agus Salim mendidik anak-anaknya dengan homeschooling, atau di rumah aja terkecuali anaknya yang terakhir. Meskipun hanya dididik di rumah, anak-anak Agus Salim bukan hanya sekedar kaleng-kaleng,… Lalu, bagaimana konsep belajar Agus Salim dalam mendidik?

Tentu timbul pertanyaan sebelumnya? Kenapa kok dididik di rumah aja? Kok nggak sekolah?

Dikutip dari pwmu.co, Agus Salim menganggap pendidikan saat itu adalah sistem pendidikan kolonial. Agus Salim tidak ingin anaknya dicekoki pemikiran dan kebudayaan penjajah.

Lalu, bagaimana metode yang dipakai oleh Agus Salim?

Bentuk pembelajarannya santai seolah sedang bermain, tidak ada kelas yang ditentukan, jam pelajaran pun nggak ada dan tempat bisa dilakukan bebas dimana saja. Zaenatun Nahar, istri Agus Salim mengajari membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan Agus Salim mengajar segala hal.

Misalnya pelajaran sejarah, Agus Salim menyampaikan seperti sedang membaca buku cerita. Tidak monoton dengan hafalan yang kaku, sehingga mereka tertarik untuk mencari ilmu sendiri lewat berbagai cara, salah satunya adalah dengan membaca buku.

Baca Juga: Bias Education Sebagai Wadah Berlatih Berlajar Di Bawah Tekanan

Selain itu, Agus Salim menerapkan sikap terbuka dalam memberi bimbingan sebaik-baiknya untuk putra-putrinya. Mengutip tirto.id, saat mengajar, ia tak keberatan dibantah. Dalam menerangkan persoalan, ia tak akan berhenti sebelum anak-anaknya paham.

Istri Agus Salim menceritakan bagaimana sikap suaminya dalam mendidik, “Kami dilarang memberikan kualifikasi kepada anak-anak, misalnya, ‘kamu nakal’ atau ‘kamu jahat’, itu tidak boleh.”

Salah satu kebiasaan baik yang diterapkan Agus Salim di keluarganya adalah membaca. Ia menyediakan buku-buku berbahasa asing di rumahnya. Dengan kebiasaan membaca tersebut, di usia balita mereka sudah lancar membaca maupun menulis dengan banyak bahasa.

Nah kisah Islam Basari Salim, anak keenam, menjadi tentara dengan pangkat kolonel dan pernah menjabat atase militer Indonesia di Cina, mungkin bisa jadi gambaran kesuksesan pendidikan di Keluarga Agus Salim.

Dikutip dari pwmu.co, semasa kecilnya, Islam Basari Salim yang sangat lancar berbahasa Inggris membuat jurnalis Belanda Jef last terkaget-kaget saat itu.

Melihat Jef Last terkaget-kaget dengan rasa tidak percaya, Agus Salim berujar: ”Apakah Anda pernah mendengar tentang sebuah sekolah dimana kuda diajari meringkik? Kuda-kuda tua meringkik sebelum kami, dan anak-anak kuda ikut meringkik. Begitu pun saya meringkik dalam bahasa Inggris, dan Islam pun ikut meringkik juga dalam bahasa Inggris” So, mari maksimalkan waktu di rumah dengan mandiri belajar, belajar dan belajar seperti yang selalu digaungkan di Bias Education. Bias Education! We Find Way!!!!

Baca Juga: Ketika Memilih Untuk Gap Year

ilustrasi - dirumahaja ala traveler

7 Tips Pelajar Memanfaatkan waktu #DiRumahAja ala Traveler

Pernah nggak nanya, kalo yang hobinya keliling atau jalan-jalan apa nggak bosan ya, di rumah aja? Apalagi seorang traveler? Mau keluar, mikir-mikir dulu, rawan terpapar korona dan akses jalan dan wisata banyak yang ditutup. Bagaimana mereka mengisi kegiatan dirumahaja ala traveler?

Nah, untuk menghindari kebosanan saat #dirumahaja, mimin punya tips nih, biar Sobat Bias nggak bosan selama dirumahaja ala traveler dan tetep bisa belajar loh…

Siapa tahu, setelah pandemik korona selesai Aamiin, kalo bisa segera Ya Allah,.. Aamiin paling serius dan paling kenceng…hehehe…  bisa melakukan traveling ke beberapa daerah di Indonesia.

Mempelajari Peta

Bagi kalian yang hobi untuk traveling, dimasa pandemi ini kita manfaatkan untuk mempelajari peta daerah yang potensial untuk dijelajahi. Dengan itu, kita lebih mudah untuk menelusuri jalur yang bisa dipakai, jalan mana saja dan alternatif daerah lain.

Dan akan berguna sebagai wawasan umum mengenai nama kota dan letak geografisnya. Mungkin bisa menjadi metode belajar yang menyenangkan untuk pelajaran Geografi terkait materi Peta.

Baca Juga: Sukses Manajemen Waktu UTBK

Jelajah dengan Google Street View

Nggak mungkin kan, berjelajah saat karantina wilayah? Yang bisa kita lakuin sementara ini adalah memanfaatkan google street view. Dengan ini, Sobat Bias bisa sedikit merasakan situasi kota, jalan raya dan potret keramaian di suatu daerah tertentu.

Kalau rencana yang dituju adalah wilayah perkotaan dan spot foto jalanan akan sangat banyak membantu, tapi kalo rencana traveling ke pegunungan, mungkin bisa membantu untuk jalan yang dilewati menuju tempat tersebut.

Mendalami Keadaan Alam Suatu Daerah

Selain, mempelajari peta, alangkah baiknya jika mempelajari juga keadaan alamnya. Dengan mengetahui kondisi alam sekitar, memudahkan Sobat Bias dalam persiapan bekal yang pas selama traveling. Dan pengetahuan ini akan mendukung Sobat Bias dalam menambah semangat belajar di mapel geografi atau biologi.

Mempelajari Kehidupan Sosial Masyarakat

Saat berada di wilayah yang berbeda dengan daerah kita, sering dijumpai kultur budaya masyarakat yang berbeda. Bisa jadi, apa yang dipandang baik didaerah kita akan berarti lain untuk di daerah yang kita singgahi.

Oleh karena itu, selama dirumahaja ala traveler penting juga memahami kehidupan sosial masyarakatnya. Minimal membantu dalam memahami teori interaksi sosial dan sistem budaya masyarakat, hehehe…

Bahasa Asing

Sobat Bias yang berkeinginan untuk traveling ke luar negeri, mumpung nih lagi #dirumahaja bisa dimanfaatkan untuk belajar bahasa asing semaksimal mungkin. Sekarang banyak kanal youtube yang menyediakan layanan gratis untuk belajar bahasa asing. So, rebahan kalian akan berfaedah, wkwkwkwk…. Berawal dari rebahan berakhir dalam penjelajahan, .. asyeeekk…

Follow Media Sosial Traveler

Tak lengkap kalo tidak follow akun media sosial para traveler. Mengapa? Ya biar kita tahu review daerah yang ingin kita kunjungi, makanan yang enak disana apa, penginapan yang murah meriah dan aman ada dimana, dan yang paling penting lokasi fotogenik di sebelah mana, wkwkwkwk…

Olahraga

Yaps, terakhir adalah hal klise dan terberat bagi para kaum rebahan fanatik, kaum fundamentalis rebahan, wkwkwkwk,… Menggerakkan tubuh untuk menjaga kebugaran sangat penting dilakukan apalagi bagi para calon traveler. Bagaimana mau traveling kalo sakit-sakitan? Bener nggak?

Baca Juga: Belajar dengan Mudah dan Efektif di Era Milenial

cdc-w9KEokhajKw-unsplash

Simulasi Sederhana Penyebaran Corona dengan Matematika

Pernah nggak Sobat Bias menonton siaran berita tentang ilmuwan yang memprediksi puncak pandemi corona di suatu wilayah atau negara tertentu? Seperti pada waktu lalu, peneliti dari Universitas Indonesia maupun kampus lain menyampaikan simulasi prediksi corona?

Kira-kira bagaimana ya mereka kok bisa memprediksi jumlah pasien kalo saat puncak atau saat menurun baik dari segi jumlah atau waktu penyebaran?

Nah, Sobat Bias kita coba ya membuat simulasi sederhana dengan materi perpangkatan di matematika. Sudah pernah belajar materi perpangkatan kan? Ada yang masih ingat? Eh masih ingat kan? Iya kan? Hehehehe…

Secara sederhana perpangkatan adalah perkalian berulang dari sebuah angka. Misalnya,

23 = 2 x 2 x 2

Angka dua dikali secara berulang sebanyak 3 kali.

Bagaimana? Mudahkan? Yuk kita coba simulasi sederhana penyebaran corona.

Pertama, kita tentukan jumlah pasien yang positif terkena corona. Misalkan dalam suatu daerah jumlah penduduk yang positif corona ada 1 orang.

ilustrasi simulasi corona -unsplash.com
ilustrasi pasien corona -unsplash.com

Kedua, jumlah orang yang berkumpul. Kita asumsikan yang berkumpul ada 5 orang. Jadi, setiap kumpul selalu 5 orang. Maka 1 pasien positif akan menulari 5 orang sekaligus.

ilustrasi simulasi corona -unsplash.com
ilustrasi berkumpul -unsplash.com

Baca Juga: Ancaman Kecerdasan Buatan Terhadap Generasi Muda Indonesia

Ketiga, dalam satu hari ada 2 kali melakukan pertemuan. Dan mereka berkumpulnya dengan orang yang berbeda untuk setiap pertemuan.

ilustrasi simulasi corona -unsplash.com
ilustrasi pertemuan -unsplash.com

Kita membuat hanya 3 variabel aja ya, namanya simulasi sederhana. Dan dimisalkan tidak ada penghalang dalam penyebaran virus corona ya. wkwkwkwkwk

Tadi sudah dijelaskan bahwa dalam suatu daerah ada yang 1 positif dan bisa menularkan 5 orang. Artinya pada saat berkumpul, akan tertulari 5 orang sekaligus. Pada pertemuan kedua, masing-masing 5 orang ini akan menulari 5 orang yang lain, maka akan ada pasien positif baru sebanyak 5 x 5 atau 25 orang pasien positif baru.

Karena setiap hari ada 2 pertemuan saja, maka di hari pertama ada 25 orang yang positif. Di hari kedua, pertemuan pertama masing-masing menulari 5 orang lain lagi, sehingga menjadi 25 x 5 sama dengan 125 orang, pertemuan kedua 125 x 5 atau 625 orang.

Jadi, pada hari kedua saja sudah 625 orang yang positif corona! Uwaawww,…. Ngeri….

Inget ya, ini hanya simulasi sederhana. Tidak dibahas metode perbedaan metode penyebaran tetapi, disama-ratakan. Inget ya, ini kita ambil contoh dalam satu pertemuan hanya 5 orang. Bayangkan bagaimana kalau yang berkumpul lebih dari 5 orang? Tentu bisa lebih banyak lagi.

Kok banyak bener min? Yakin?

Beberapa waktu yang lalu, diberitakan ada salah satu pasien positif yang tidak ada gejala corona, Orang Tanpa Gejala (OTG). Bisa jadi, tanpa disadari seseorang bisa terpapar corona tanpa mengetahui kalau sudah terpapar.

Trus gimana don min? Jadi takut nih,…

Tetap tenang yang Sobat Bias, untuk meminimalisir resiko kita ikuti aturan Pemerintah dalam pencegahannya.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan seyogyanya kita memakai masker, mencuci tangan setelah bepergian, menghindari berkumpul dengan banyak orang dan menjaga kesehatan tubuh dengan banyak-banyak mium vitamin C serta selalu bahagia 🙂

Kalau Sobat Bias taat dan patuh, angka 625 tersebut bisa berkurang, bahkan jauh berkurang. Misalnya dalam pertemuan 5 orang tersebut memakai masker, bisa jadi yang tertular hanya 3 atau bahkan tidak ada. Lalu, saat kita tertular dalam artian virusnya nempel pada kita, kemudian bersegera mencuci tangan atau bersih diri akan membunuh virus corona. Keep Calm Bro…

Bagaimana? Sudah bisa membuat simulasi corona sederhana? Inget ya, yang kita analisa adalah faktor penyebarannya saja, belum faktor yang menghambat.

Kalo kalian masih bingung dalam materi perpangkatan atau pelajaran matematika, yuk gabung di Bias Education untuk memudahkan Sobat Bias memahami pelajaran matematika.

Ingin nanya-nanya aja? bisa langsung DM ke @bias.education

Baca Juga: Silaturahim ke Pendiri BEC sekaligus Kampung Inggris