Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com

4 Gaya Belajar Ekstrovert Untuk Persiapan SBMPTN

Sobat Bias pasti sudah sering mendengar istilah ekstrovert, introvert dan ambivert? Apalagi dari informasi tersebut dapat mengetahui karakter kita seperti apa baik kelebihan maupun kekurangannya. Kira-kira, dari kelebihan dan kekurangan itu, bagaimana sih gaya belajar ekstrovert?

Kalo Sobat Bias sudah memahami karakternya seperti apa, sekarang waktunya untuk memahami bentuk gaya belajar ekstrovert. Tapi sebelum itu, kita coba memaknai istilah ekstrovert seperti apa, gunanya untuk menyamakan persepsi antara mimin dengan Sobat Bias. Biar nggak gagal paham, hehehe…

Ekstrovert biasanya mempunyai kepribadian yang suka terhadap dunia luar, suka melakukan banyak aktivitas daripada duduk lama untuk berpikir dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Anak ekstrovert kurang suka tempat yang sepi, sunyi dan lebih menyukai keramaian karena bagi mereka justru interaksi sosial dan keramaian akan membuat kehidupannya menyenangkan.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com

Kalo dalam sebuah perkenalan atau diskusi, anak ekstrovert tidak canggung untuk memulai obrolan pertama, lebih supel dan senang bercanda. Yang bikin rame diskusi biasanya Anak ekstrovert, hehehe … balik lagi ke karakter mereka yang memang suka berinteraksi dengan orang, bertukar informasi, senang bergaul dan hal-hal yang bersifat spontan.

Apakah anak ekstrovert tidak suka sendiri?

Baca Juga: Saat Anak Introvert Bertanya di Kelas

Dilihat dulu apakah memang ada kepribadian introvert dalam dirinya dan nggak semua keadaan harus dilakukan dengan beramai-ramai ya,… bisa jadi mereka butuh waktu untuk kegiatan yang bersifat pribadi sehingga butuh untuk sendiri.

Ciri-Ciri Kepribadian Ekstrovert

Anak ekstrovert dapat dikenali dengan beberapa ciri,

Aktif

Banyak kegiatan bukannya melelahkan, tapi malah membuat semakin bersemangat. Ekstrovert akan capek atau bingung kalo cuman duduk dan tidak banyak kegiatan. Aktif kegiatan dimana-mana, bersemangat dalam menjalaninya. Dan bukan hanya sekedar ngikut, tetapi aktif untuk berkontribusi dalam organisasi atau kepanitiaan.

Senang Bergaul

Apabila bertemu dengan orang baru dan Sobat Bias sangat bahagia, maka itu pertanda mempunyai kepribadian ekstrovert. Senang bergaul dengan orang dan berbincang-bincang. Apabila diajak ikut acara kopdar akan senang sekali untuk ikut atau bergabung dengan komunitas.

Suka Berbicara

Suka berbicara disini bukan berarti cerewet loh ya, artinya suka berpendapat atau ngobrol. Diam adalah hal tersusah bagi seorang ekstrovert. Kalo nongkrong atau lagi ngumpul, yang paling aktif untuk ngobrol biasanya anak ekstrovert. Mereka lebih terbuka untuk berbicara dan mengutarakan pendapat.

Supel

Mereka akan mudah sekali untuk berkenalan dengan orang baru, enak diajak ngobrol dan terkesan akrab. Tak segan untuk memulai obrolan terlebih dahulu. Anak ekstrovert biasanya punya banyak sekali teman. Bahkan, ketika sedang ikut antri loket atau nunggu antrian makan pun bisa punya teman baru, sampek tuker-tukeran nomer telfon. Ajiiib.. wkwkwkwk

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Bercerita -unsplash.com

Pandai Bercerita

Karena senang bersosialisi, maka anak ekstrovert juga akan senang sekali dalam bercerita. Mengisahkan pengalamannya dan lebih mampu menyampaian perasaannya dengan kata.

Benci Suasana Sepi

Berbeda dengan anak yang memiliki kepribadian introvert, anak ekstrovert malah ‘benci’ dengan sepi. Mereka tidak akan menghindari keramaian dan interaksi sosial, kecuali karena terpaksa aja. Makanya, ketika di rumah sendirian akan merasa tersiksa dan ingin segera keluar, meskipun sekedar ngobrol dengan tetangga

Suka Spontan

anak ekstrovert cenderung spontan dalam bertindak atau menyelesaikan masalah. Berbeda dengan introvert yang akan memikirkan solusi secara mendalam. Bahkan, dalam urusan bicara pun, lebih suka blak-blakan daripada berpikir mendalam mengenai apa yang akan disampaikannya.

Baca Juga: Memilih Jurusan Yang Bagus

Suka Berkelompok/Tim

Anak ekstrovertLebih suka bekerja secara kelompok ataupun tim, menyelesaikan bareng-bareng daripada ngelakuinnya sendirian. Bekerja dengan berkelompok akan meningkatkan semangat dan menambah energi mereka.

Kelebihan Kepribadian ekstrovert

1. Sosialisasi Dengan Orang Baru

Anak ekstrovert memiliki kelebihan dalam berinteraksi dengan teman baru. Mereka akan mudah untuk bersosialisasi dan mencairkan suasana serta menikmati obrolan dengan teman baru. Bahkan bisa ngobrol dalam waktu yang lama, meskipun baru kenal atau baru pertama kali bertemu.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Menjadi Pembicara -unsplash.com

2. Suka Menjadi Pembicara

Ekstrovert akan sangat menikmati saat menjadi pusat perhatian. Gaya bertuturnya enak dan lancar, sehingga disukai banyak orang. Dan ini menjadi motivasi tersendiri, sehingga semakin bersemangat dalam berbicara atau bercerita. Meskipun topik yang dibicarakan adalah sepele, bisa menyampaikan dengan santai dan dalam waktu yang lama.

3. Handal Kerja Tim/Kelompok

Anak ekstrovert adalah yang paling bisa untuk diajak kerja sama dalam sebuah tim. Bahkan lebih bersemangat jika melakukan kegiatan dengan bareng-bareng atau rame-rame. Pernah denger istilah “kalo nggak ada lo nggak rame”? Nah, itu anak ekstrovert banget, wkwkwk…

Kekurangan Kepribadian ekstrovert

1. Terlalu Terbuka

Terkadang karena sukanya bercerita atau berbagi, kadang bisa merugikannya. Permasalahan yang harusnya bisa dipendam sendiri, entah disengaja atau tidak diceritakan dengan orang lain.

2. Terlalu Banyak Bicara

Kepribadian ekstrovert yang senang berbicara, terkadang menjadikannya terlalu banyak bicara akhirnya membuat yang disekitarnya menjadi risih. Karena nggak semua orang suka untuk diajak ngobrol dalam waktu yang lama.

3. Ceroboh

Kepribadian ekstrovert sering ceroboh dalam bertindak. Seperti yang disampaikan sebelumnya, terkadang anak ekstrovert tidak selalu memikirkan apa yang diucapkan atau dilakukannya. Akhirnya berimbas pada kurangnya perhitungan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu.

4. Bukan Pendengar Yang Baik

Kebiasaan yang suka berbicara dengan orang lain, akhirnya berimbas pada susahnya untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Jadinya, anak ekstrovert kurang bisa untuk dijadikan teman bercerita atau curhat. Bukan berarti nggak bisa loh ya, umumnya bukan pendengar yang baik.

Gaya belajar ekstrovert

Dari uraian yang panjang mengenai kepribadian ekstrovert, bisa disimpulin gaya belajar anak ekstrovert itu seperti ini,

Belajar kelompok

Karena nggak suka sendiri dan sangat benci, maka belajar kelompok akan lebih mudah. Bukan berarti nggak bisa belajar sendiri ya, tetapi dengan belajar kelompok kemampuan memahami materi meningkat dan hasil yang didapat bisa menjadi maksimal.

Diskusi

Diskusi dan menyelesaikan bersama, akan memudahkan dalam mendalami jawaban dari soal yang ada. Karakter dari anak ekstrovert yang suka berbicara dan bercerita, memudahkan dia untuk mengingat-ngingat materi yang sudah dipelajarinya.

Belajar dengan suasana santai

Pribadi ekstrovert yang menyenangkan dan suka bercanda, tentu bisa belajar maksimal dengan suasana pembelajaran yang santai dan menyenangkan. Apabila suasana yang sepi atau kaku, akan menyusahkan dalam memahami materi pelajaran.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Mengajar -unsplash.com

Belajar dengan mengajar

Nah, bagian ini termasuk bagian terpenting, belajar dengan mengajar. Karakter ekstrovert yang suka berbicara di depan, bercerita dan bahagia saat menjadi pusat perhatian akan meningkatkan kemampuannya dalam memahami mata pelajaran. Bukankah ketika mengajar harus mengingat materinya, memahaminya baru setelah itu bisa menyampaikan ke orang lain? Anak ekstrovert akan sangat senang dan merasa tertantang untuk mengajar, apalagi di depan banyak orang.

Lalu, apakah dengan itu anak ekstrovert bisa belajar dengan maksimal? Bentuk gaya belajar akan lebih memudahkan Sobat Bias untuk bisa memahami materi. Apabila ingin maksimal, bisa bergabung dengan Bimbel Karantina Sbmptn. Dibantu mentor dan guru yang mumpuni, akan lebih cepat dalam memahami materi pelajaran.

Baca Juga: Insecurity Pada Millennials

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Comments are closed.