bimbel karantina sbmptn

Tips Sukses Bimbel Karantina SBMPTN [Yang Terlewatkan]

Hai Sobat Bias? Sudah sudah siap untuk UTBK? Apa nih yang sudah dilakuin? Udah berlajar di Bimbel Karantina SBMPTN? Udah ikut belajar online? Lalu bagaimana dengan hasilnya? Maksimalkah? Ataukah masih belum? Padahal materi yang dibahas sudah banyak dan masih segini-gini aja?

Mimin yakin, pertanyaan itu akan sering menghantui Sobat Bias semua terutama masa-masa injury time tes UTBK, lalu caranya gimana ya kak biar maksimal belajarnya? Padahal tips dan trik udah banyak bertebaran dimana-mana, nasehat sudah banyak didengar dan dilaksanakan. Tapi, terkadang hanya berjalan sebentar dan habis itu, kembali lagi ke keadaan awal.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Fokus belajar -unsplash.com

Tahu nggak dari semua tips dan trik untuk sukses dalam belajar persiapan UTBK dan SBMPTN semua berlandaskan pada satu hal, yaitu Keseriusan. Iya sebuah keseriusan adalah kata kunci yang melandasi semua cara jitu lolos SBMPTN. Langkah-langkah sukses dan jitu dalam mengerjakan soal UTBK maupun lolos SBMPTN akan sia-sia ketika tidak ada yang namanya keseriusan.

Karena keseriusan akan mengokohkan langkah untuk bergerak. Belajar tidak hanya sekedar belajar, melainkan belajar dengan efektif dan efisien. Tentu, dalam belajar tidak mengandalkan cara-cara instan, karena hanya akan bertahan dalam waktu yang singkat. Dengan keseriusan, sebuah keterbatasan bisa menjadi peluang dan meningkatkan kreativitas, baik dalam memahami materi maupun dalam menyelesaikan soal.

Insecurity Pada Millennials: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bukti sebuah keseriusan akan termanifestasikan dalam bentuk,

Keyakinan

Keyakinan yang kuat dan kokoh akan mendorong untuk lebih giat dalam belajar. Keyakinan yang kuat mengenai sukses UTBK akan menjadi suluh dalam membakar semangat berlatih dengan terus-menerus. Sebagaimana istilah MESTAKUNG (Semesta Mendukung), alam akan ikut membantu Sobat Bias dalam memudahkan jalan sukses masuk di kampus impian. Sang Pencipta akan menggerakkan alam untuk ikut mendo’akan pejuang yang bersungguh-sungguh dan membukakan jalan dengan caraNya yang indah.

Manajemen Belajar SBMPTN

Memetakan mapel yang sudah bisa sampai yang belum bisa, memetakan bab apa saja dari materi yang belum dikuasai akan dengan sendirinya dilaksanakan. Belajar bukan lagi sekedar aktivitas membaca atau mengerjakan soal, tetapi meliputi manajemen belajar itu sendiri. Dengan membuat strategi untuk efisiensi dalam belajar. Perang bukan hanya sekedar mengayuhkan pedang, tapi bagaimana mengatur strategi kemenangan. Begitu juga dengan belajar persiapan SBMPTN.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Manajemen belajar -unsplash.com

Mengulang Materi SBMPTN

Terkadang, eh bukan sih tapi lebih ke sering materi yang sudah dipelajari dan lama nggak dibuka lagi akan lupa. Bisa jadi masih ingat, tetapi butuh waktu lama untuk mengingat-ingatnya lagi. Padahal waktu ujian sangat terbatas. Dengan mengulang akan mengokohkan ingatan sehingga dalam mengerjakan soal akan lebih cepat bahkan sangat cepat. Satu soal bisa dikerjakan hanya dengan setengah menit atau beberapa detik saja.

Mengajar

Yang terakhir kadang sedikit berat untuk dilakukan. Kenapa? Bagaimana bisa ngajar, kalo paham aja susah? Dalam mengajar ada sebuah keajaiban. Apa itu? Munculnya banyak pertanyaan dan kata “Oh iya ya”. Kok bisa seperti itu? Pada saat belajar saja, otak memahami materi dengan pasif, tetapi pada saat mengajar otak akan dengan aktif untuk mendapatkan logika yang jelas dalam materi atau soal yang kita sampaikan.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Belajar dengan mengajar -unsplash.com

Ditengah-tengah mengajar, akan muncul banyak sekali pertanyaan, “Eh iya, maksutnya kata ini apa ya? Eh iya, cara ndapetin ini dulu darimana ya?” dan sederet pertanyaan lain yang sering muncul. Dan ini akan membantu dalam proses belajar, bukan pertanyaan umum bab ini saya nggak paham  tapi lebih spresifik lagi. Karena dengan pertanyaan yang spesifik, akan memudahkan untuk mencari jawaban dan mengokohkan pemahaman.

Selain itu, juga akan menemukan apa yang selama ini nggak kita pahami, tanpa sengaja ketemu jawabannya saat mengajar. Dan ini sering dialami. Selain itu, menguatkan pemahaman kita mengenai materi tersebut. Yang terpenting niatkan juga untuk membantu sesama pejuang kuliah. Nah, dengan bergabung di Bias Education, Salah satu bimbel karantina sbmptn, Sobat Bias akan mendapatkan fasilitas yang lengkap untuk belajar materi, dibimbing dalam manajemen waktu dan memfasilitasi dalam Belajar dengan Mengajar. Karena Bias yakin bahwa dengan belajar dengan mengajar, akan memangkas waktu belajar sehingga dalam waktu singkat bisa menguasai banyak materi dan soal.

Daftar Sekolah Kedinasan Yang Buka Bulan Juni

software reference manager

Mengenal Lebih Dekat Software Reference Manager

Hallo sobat Bias.. Ada yang pernah mendapatkan tugas membuat makalah atau karya tulis ilmiah, namun masih menggunakan cara manual saat menulis daftar pustaka? Sudah pernah denger software reference manager?

Nah, kali ini mimin akan memberikan informasi cara cangih untuk membuat daftar pustaka saat mencari referensi dari internet maupun offline.

Perlu diketahui sumber referensi yang diperoleh dari berbagai sumber rujukan harus terorganisisr dengan rapi untuk mempermudah pengutipan. Cara untuk memudahkan peneliti untuk mengorganisir sumber referensi dinamakan reference manager atau manajemen pustaka.

Ada beberapa tips untuk memulai pengorganisasian informasi yang diperoleh dari sumber referensi, diantaranya:

  1. Referensi yang sudah terkumpul segera baca dan telaah sebanyak-banyaknya informasi yang diperoleh.
  2. Carilah persamaan atau perbedaan yang terjadi antara literature yang satu dengan yang lainnya
  3. Berdasarkan hasil identifikasi dan klasifikasi, maka pikirkan kembali manakan yang paling relevan dengan rumusan masalah dan akan ditulis atau disusun menjadi kajian pustaka
  4. Penulisan daftar pustaka harus menggikuti sitasi yang ditulis oleh peneliti

Baca Juga: Member Bias: Bias itu Be Inspiration And Strong

Umumnya, belum banyak orang yang mengenal software reference manager dan masih memungkinan mengunakan tools yang bersifat manual. Contohnya, setelah mengutip informasi dari sumber referensi online atau offline, orang akan mengetik daftar pustaka dibagian paling akhir karya ilmiah dan disibukkan dengan kegiatan mencari file dikomputer atau mecatat dari buku.  Cara cangih dan cepat sangat perlu diera sekarang, dengan pengenalan menggunakan perangkat lunak dengan fungsi reference manager. Beberapa aplikasi yang bisa digunakan diantaranya: Zotero, Mendeley, Endnote, dan References di Microsoft words.

Berikut ini tampilan masing-masing software

Gambar 1. Tampilan software reference manager EndNote
Gambar 2. Tampilan software reference manager Mendeley
Gambar 3. Tampilan software reference manager Zotero
Gambar 4. Tampilan software reference manager pada MS.Word

Mimin mau kasih terstimoni saat mengunakan software diatas. Aplikasi diatas bisa diunduh di internet, ada yang trial dan full gratis. EndNote bersifat trial 30 hari dan kemudian akan dikenakan biaya, kelebihanya EndNote adalah bisa digunakan mengganti Mendeley yang tidak ada format sitasi  di Jurnal saat ditulis. Zotero bisa menyimpan data dari internet, misalnya jurnal online. Web pages, blog, artikel Wikipedia maupun data buku yang berasal dari amazon.com. Kelebihan lainnya, Zotero bersifat gratis dan mampu mengklasifikasikan dalam berbagai folder yang dapat diberi penamaan sesuai keinginan. Selanjutnya Mendeley  bisa memberikan paket gratis serta berbayar dengan opsi ruang penyimpanan online yang lebih besar. Kelemahanyya Zotero dan Mendeley tidak memiliki kemampuan database search.

Secara khusus, Mendeley hanya dapat dijalankan jika mendaftar pada akun Mendeley. Ketika membuka aplikasi ini, kita diminta untuk menuliskan username dan kata kunci.Sementara Zotero dapat kita set tanpa berhubungan dengan akun Zotero, artinya dapat atur agar semua data tersimpan dalam komputer saja. Terakhir, menu reference pada Ms. Word kelebihannya dapat digunakan tanpa mengunduh di internet namun keterbatasanya tidak mampu terintegrasi dengan folder yang menyimpan file-file yang sudah ada di komputer. Nah, bagaimana sobat BIAS? Penasaran ingin mencobanya? Silahkan mengunduh website resmi mendeley (https://mendeley.com), Zotero, pada website resminya (https://www.zotero.org/), dan alamat website EndNote (https://endnote.com/).

Baca Juga: Bias, Hadiah Kecil dari Tuhan

Sharing dan diskusi dengan BEM KM UGM. sumber : dok. Bias Edu

Ketika Memilih Untuk Gap Year

Kampus pilihan belum bisa diraih, akhirnya dengan beberapa pertimbangan memutuskan untuk gap year. Tetap tenang sobat Bias, meskipun gejolak emosi kesedihan dan tantangan banyak terjadi saat menjalaninya.

Gap year itu nggak enak mas, temen-temen sudah pada kuliah, saya belum. Nyesek rasanya kalo ketemu sama temen-temen seangkatan

Mungkin hampir semua sobat Bias yang memilih gap year pernah mengatakan kalimat itu atau setidaknya pernah melontarkan kalimat yang serupa. Bener nggak?

Pengalaman yang sobat Bias rasakan itu bertambah berat saat bertemu keluarga atau saudara jauh kemudian mereka menanyakan, “kuliah dimana?

Indonesia mempunyai budaya baik, yaitu budaya untuk saling peduli dan mengetahui kabar dari saudara dekat, jauh atau bahkan tetangga jauh. Terkadang, ketika mendapatkan hal yang tidak diinginkan dan ditanyakan, rasanya sedih, kecewa bahkan ingin marah.

“ngapain sih ikut campur urusan orang?”

Sobat Bias, kita nggak mungkin mengutuk budaya itu, tetapi yang terpenting bagaimana menyikapinya. Bukan pula mengutuk waktu atau nasib. Tetapi bertanya, what next? Langkah apa yang diambil setelah ini.

Kalau sobat Bias membaca biografi orang-orang sukses, mereka pasti mengalami kegagalan. Tidak hanya sekali, bahkan sampai ratusan kali. Dan mereka tidak mengutuk waktu atau nasib, tetapi berpikir bagaimana bisa bangkit.

Oleh karena itu, what next? Mimin punya saran untuk sobat Bias.

Baca Juga: Memilih Jurusan Yang Bagus

EVALUASI DIRI

Setelah memilih gap year, sobat Bias harus mengevaluasi, apa sih yang salah kemaren? Atau rencana apa sih yang kurang tepat? Saat awal memilih untuk gap year, harus mempunyai pertimbangan yang matang, biar nantinya tidak terulang lagi.

EKSPLORASI DIRI

Ada banyak hal yang mungkin belum bisa sobat Bias lakukan saat masih sekolah dulu. Sekarang, waktunya sobat Bias eksplorasi hobi atau minat lebih dalam dan serius lagi.

Terkadang karena sibuknya kegiatan sekolah, akhirnya tidak maksimal untuk mengeksplorasi kemampuan diri sendiri.

Saat ini, sedang ngetrend pekerjaan yang sesuai hobi dan tidak bergantung sama instansi tertentu. Siapa tahu, hobi sobat Bias bisa menghasilkan uang dan bisa mandiri secara finansial.

MEMILIH JURUSAN

Apakah jurusan yang diambil sebelumnya adalah jurusan yang sobat Bias inginkan? Pertanyaan itu perlu ditanyakan kembali.

Disesuaikan juga keinginan pribadi dengan keinginan orang tua. Memang, banyak kejadian adanya perbedaan pilihan dengan orang itu. Berdiskusi dengan orang tua lebih intens sangat diperlukan.

Menurut mimin, terkadang menuruti keinginan orang tua yang baik untuk kita, meskipun berat perlu dilakukan. Bisa jadi, ada hikmah besar yang tersembunyi dibalik keputusan itu.

Dan yang penting perlu dipahami, kalau sudah takdir, yakinlah bahwa pasti sobat Bias akan mendapatkannya, meskipun terlebih dahulu memilih untuk gap year.

ATUR STRATEGI

Terakhir, perlu dipetakan materi yang ingin dipelajari, fokusannya materi dan mata pelajaran yang jadi prioritas. Tentu sobat Bias sudah mengetahui materi-materi apa yang mudah dan susah untuk dipahami.

Nah, gunanya pemetaan ini adalah untuk memudahkan sobat Bias belajar.

Tetap semangat ya sobat, ditunggu kabar suksesnya ya.

Gap year galau? Nggak la yau….

Baca Juga: Catat Aku Sebagai Seorang Pejuang