bimbel karantina sbmptn

Tips Sukses Bimbel Karantina SBMPTN [Yang Terlewatkan]

Hai Sobat Bias? Sudah sudah siap untuk UTBK? Apa nih yang sudah dilakuin? Udah berlajar di Bimbel Karantina SBMPTN? Udah ikut belajar online? Lalu bagaimana dengan hasilnya? Maksimalkah? Ataukah masih belum? Padahal materi yang dibahas sudah banyak dan masih segini-gini aja?

Mimin yakin, pertanyaan itu akan sering menghantui Sobat Bias semua terutama masa-masa injury time tes UTBK, lalu caranya gimana ya kak biar maksimal belajarnya? Padahal tips dan trik udah banyak bertebaran dimana-mana, nasehat sudah banyak didengar dan dilaksanakan. Tapi, terkadang hanya berjalan sebentar dan habis itu, kembali lagi ke keadaan awal.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Fokus belajar -unsplash.com

Tahu nggak dari semua tips dan trik untuk sukses dalam belajar persiapan UTBK dan SBMPTN semua berlandaskan pada satu hal, yaitu Keseriusan. Iya sebuah keseriusan adalah kata kunci yang melandasi semua cara jitu lolos SBMPTN. Langkah-langkah sukses dan jitu dalam mengerjakan soal UTBK maupun lolos SBMPTN akan sia-sia ketika tidak ada yang namanya keseriusan.

Karena keseriusan akan mengokohkan langkah untuk bergerak. Belajar tidak hanya sekedar belajar, melainkan belajar dengan efektif dan efisien. Tentu, dalam belajar tidak mengandalkan cara-cara instan, karena hanya akan bertahan dalam waktu yang singkat. Dengan keseriusan, sebuah keterbatasan bisa menjadi peluang dan meningkatkan kreativitas, baik dalam memahami materi maupun dalam menyelesaikan soal.

Insecurity Pada Millennials: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bukti sebuah keseriusan akan termanifestasikan dalam bentuk,

Keyakinan

Keyakinan yang kuat dan kokoh akan mendorong untuk lebih giat dalam belajar. Keyakinan yang kuat mengenai sukses UTBK akan menjadi suluh dalam membakar semangat berlatih dengan terus-menerus. Sebagaimana istilah MESTAKUNG (Semesta Mendukung), alam akan ikut membantu Sobat Bias dalam memudahkan jalan sukses masuk di kampus impian. Sang Pencipta akan menggerakkan alam untuk ikut mendo’akan pejuang yang bersungguh-sungguh dan membukakan jalan dengan caraNya yang indah.

Manajemen Belajar SBMPTN

Memetakan mapel yang sudah bisa sampai yang belum bisa, memetakan bab apa saja dari materi yang belum dikuasai akan dengan sendirinya dilaksanakan. Belajar bukan lagi sekedar aktivitas membaca atau mengerjakan soal, tetapi meliputi manajemen belajar itu sendiri. Dengan membuat strategi untuk efisiensi dalam belajar. Perang bukan hanya sekedar mengayuhkan pedang, tapi bagaimana mengatur strategi kemenangan. Begitu juga dengan belajar persiapan SBMPTN.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Manajemen belajar -unsplash.com

Mengulang Materi SBMPTN

Terkadang, eh bukan sih tapi lebih ke sering materi yang sudah dipelajari dan lama nggak dibuka lagi akan lupa. Bisa jadi masih ingat, tetapi butuh waktu lama untuk mengingat-ingatnya lagi. Padahal waktu ujian sangat terbatas. Dengan mengulang akan mengokohkan ingatan sehingga dalam mengerjakan soal akan lebih cepat bahkan sangat cepat. Satu soal bisa dikerjakan hanya dengan setengah menit atau beberapa detik saja.

Mengajar

Yang terakhir kadang sedikit berat untuk dilakukan. Kenapa? Bagaimana bisa ngajar, kalo paham aja susah? Dalam mengajar ada sebuah keajaiban. Apa itu? Munculnya banyak pertanyaan dan kata “Oh iya ya”. Kok bisa seperti itu? Pada saat belajar saja, otak memahami materi dengan pasif, tetapi pada saat mengajar otak akan dengan aktif untuk mendapatkan logika yang jelas dalam materi atau soal yang kita sampaikan.

Ilustrasi Bimbel karantina sbmptn -unsplash.com
Ilustrasi Belajar dengan mengajar -unsplash.com

Ditengah-tengah mengajar, akan muncul banyak sekali pertanyaan, “Eh iya, maksutnya kata ini apa ya? Eh iya, cara ndapetin ini dulu darimana ya?” dan sederet pertanyaan lain yang sering muncul. Dan ini akan membantu dalam proses belajar, bukan pertanyaan umum bab ini saya nggak paham  tapi lebih spresifik lagi. Karena dengan pertanyaan yang spesifik, akan memudahkan untuk mencari jawaban dan mengokohkan pemahaman.

Selain itu, juga akan menemukan apa yang selama ini nggak kita pahami, tanpa sengaja ketemu jawabannya saat mengajar. Dan ini sering dialami. Selain itu, menguatkan pemahaman kita mengenai materi tersebut. Yang terpenting niatkan juga untuk membantu sesama pejuang kuliah. Nah, dengan bergabung di Bias Education, Salah satu bimbel karantina sbmptn, Sobat Bias akan mendapatkan fasilitas yang lengkap untuk belajar materi, dibimbing dalam manajemen waktu dan memfasilitasi dalam Belajar dengan Mengajar. Karena Bias yakin bahwa dengan belajar dengan mengajar, akan memangkas waktu belajar sehingga dalam waktu singkat bisa menguasai banyak materi dan soal.

Daftar Sekolah Kedinasan Yang Buka Bulan Juni

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com

4 Gaya Belajar Ekstrovert Untuk Persiapan SBMPTN

Sobat Bias pasti sudah sering mendengar istilah ekstrovert, introvert dan ambivert? Apalagi dari informasi tersebut dapat mengetahui karakter kita seperti apa baik kelebihan maupun kekurangannya. Kira-kira, dari kelebihan dan kekurangan itu, bagaimana sih gaya belajar ekstrovert?

Kalo Sobat Bias sudah memahami karakternya seperti apa, sekarang waktunya untuk memahami bentuk gaya belajar ekstrovert. Tapi sebelum itu, kita coba memaknai istilah ekstrovert seperti apa, gunanya untuk menyamakan persepsi antara mimin dengan Sobat Bias. Biar nggak gagal paham, hehehe…

Ekstrovert biasanya mempunyai kepribadian yang suka terhadap dunia luar, suka melakukan banyak aktivitas daripada duduk lama untuk berpikir dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Anak ekstrovert kurang suka tempat yang sepi, sunyi dan lebih menyukai keramaian karena bagi mereka justru interaksi sosial dan keramaian akan membuat kehidupannya menyenangkan.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com

Kalo dalam sebuah perkenalan atau diskusi, anak ekstrovert tidak canggung untuk memulai obrolan pertama, lebih supel dan senang bercanda. Yang bikin rame diskusi biasanya Anak ekstrovert, hehehe … balik lagi ke karakter mereka yang memang suka berinteraksi dengan orang, bertukar informasi, senang bergaul dan hal-hal yang bersifat spontan.

Apakah anak ekstrovert tidak suka sendiri?

Baca Juga: Saat Anak Introvert Bertanya di Kelas

Dilihat dulu apakah memang ada kepribadian introvert dalam dirinya dan nggak semua keadaan harus dilakukan dengan beramai-ramai ya,… bisa jadi mereka butuh waktu untuk kegiatan yang bersifat pribadi sehingga butuh untuk sendiri.

Ciri-Ciri Kepribadian Ekstrovert

Anak ekstrovert dapat dikenali dengan beberapa ciri,

Aktif

Banyak kegiatan bukannya melelahkan, tapi malah membuat semakin bersemangat. Ekstrovert akan capek atau bingung kalo cuman duduk dan tidak banyak kegiatan. Aktif kegiatan dimana-mana, bersemangat dalam menjalaninya. Dan bukan hanya sekedar ngikut, tetapi aktif untuk berkontribusi dalam organisasi atau kepanitiaan.

Senang Bergaul

Apabila bertemu dengan orang baru dan Sobat Bias sangat bahagia, maka itu pertanda mempunyai kepribadian ekstrovert. Senang bergaul dengan orang dan berbincang-bincang. Apabila diajak ikut acara kopdar akan senang sekali untuk ikut atau bergabung dengan komunitas.

Suka Berbicara

Suka berbicara disini bukan berarti cerewet loh ya, artinya suka berpendapat atau ngobrol. Diam adalah hal tersusah bagi seorang ekstrovert. Kalo nongkrong atau lagi ngumpul, yang paling aktif untuk ngobrol biasanya anak ekstrovert. Mereka lebih terbuka untuk berbicara dan mengutarakan pendapat.

Supel

Mereka akan mudah sekali untuk berkenalan dengan orang baru, enak diajak ngobrol dan terkesan akrab. Tak segan untuk memulai obrolan terlebih dahulu. Anak ekstrovert biasanya punya banyak sekali teman. Bahkan, ketika sedang ikut antri loket atau nunggu antrian makan pun bisa punya teman baru, sampek tuker-tukeran nomer telfon. Ajiiib.. wkwkwkwk

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Bercerita -unsplash.com

Pandai Bercerita

Karena senang bersosialisi, maka anak ekstrovert juga akan senang sekali dalam bercerita. Mengisahkan pengalamannya dan lebih mampu menyampaian perasaannya dengan kata.

Benci Suasana Sepi

Berbeda dengan anak yang memiliki kepribadian introvert, anak ekstrovert malah ‘benci’ dengan sepi. Mereka tidak akan menghindari keramaian dan interaksi sosial, kecuali karena terpaksa aja. Makanya, ketika di rumah sendirian akan merasa tersiksa dan ingin segera keluar, meskipun sekedar ngobrol dengan tetangga

Suka Spontan

anak ekstrovert cenderung spontan dalam bertindak atau menyelesaikan masalah. Berbeda dengan introvert yang akan memikirkan solusi secara mendalam. Bahkan, dalam urusan bicara pun, lebih suka blak-blakan daripada berpikir mendalam mengenai apa yang akan disampaikannya.

Baca Juga: Memilih Jurusan Yang Bagus

Suka Berkelompok/Tim

Anak ekstrovertLebih suka bekerja secara kelompok ataupun tim, menyelesaikan bareng-bareng daripada ngelakuinnya sendirian. Bekerja dengan berkelompok akan meningkatkan semangat dan menambah energi mereka.

Kelebihan Kepribadian ekstrovert

1. Sosialisasi Dengan Orang Baru

Anak ekstrovert memiliki kelebihan dalam berinteraksi dengan teman baru. Mereka akan mudah untuk bersosialisasi dan mencairkan suasana serta menikmati obrolan dengan teman baru. Bahkan bisa ngobrol dalam waktu yang lama, meskipun baru kenal atau baru pertama kali bertemu.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Menjadi Pembicara -unsplash.com

2. Suka Menjadi Pembicara

Ekstrovert akan sangat menikmati saat menjadi pusat perhatian. Gaya bertuturnya enak dan lancar, sehingga disukai banyak orang. Dan ini menjadi motivasi tersendiri, sehingga semakin bersemangat dalam berbicara atau bercerita. Meskipun topik yang dibicarakan adalah sepele, bisa menyampaikan dengan santai dan dalam waktu yang lama.

3. Handal Kerja Tim/Kelompok

Anak ekstrovert adalah yang paling bisa untuk diajak kerja sama dalam sebuah tim. Bahkan lebih bersemangat jika melakukan kegiatan dengan bareng-bareng atau rame-rame. Pernah denger istilah “kalo nggak ada lo nggak rame”? Nah, itu anak ekstrovert banget, wkwkwk…

Kekurangan Kepribadian ekstrovert

1. Terlalu Terbuka

Terkadang karena sukanya bercerita atau berbagi, kadang bisa merugikannya. Permasalahan yang harusnya bisa dipendam sendiri, entah disengaja atau tidak diceritakan dengan orang lain.

2. Terlalu Banyak Bicara

Kepribadian ekstrovert yang senang berbicara, terkadang menjadikannya terlalu banyak bicara akhirnya membuat yang disekitarnya menjadi risih. Karena nggak semua orang suka untuk diajak ngobrol dalam waktu yang lama.

3. Ceroboh

Kepribadian ekstrovert sering ceroboh dalam bertindak. Seperti yang disampaikan sebelumnya, terkadang anak ekstrovert tidak selalu memikirkan apa yang diucapkan atau dilakukannya. Akhirnya berimbas pada kurangnya perhitungan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu.

4. Bukan Pendengar Yang Baik

Kebiasaan yang suka berbicara dengan orang lain, akhirnya berimbas pada susahnya untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Jadinya, anak ekstrovert kurang bisa untuk dijadikan teman bercerita atau curhat. Bukan berarti nggak bisa loh ya, umumnya bukan pendengar yang baik.

Gaya belajar ekstrovert

Dari uraian yang panjang mengenai kepribadian ekstrovert, bisa disimpulin gaya belajar anak ekstrovert itu seperti ini,

Belajar kelompok

Karena nggak suka sendiri dan sangat benci, maka belajar kelompok akan lebih mudah. Bukan berarti nggak bisa belajar sendiri ya, tetapi dengan belajar kelompok kemampuan memahami materi meningkat dan hasil yang didapat bisa menjadi maksimal.

Diskusi

Diskusi dan menyelesaikan bersama, akan memudahkan dalam mendalami jawaban dari soal yang ada. Karakter dari anak ekstrovert yang suka berbicara dan bercerita, memudahkan dia untuk mengingat-ngingat materi yang sudah dipelajarinya.

Belajar dengan suasana santai

Pribadi ekstrovert yang menyenangkan dan suka bercanda, tentu bisa belajar maksimal dengan suasana pembelajaran yang santai dan menyenangkan. Apabila suasana yang sepi atau kaku, akan menyusahkan dalam memahami materi pelajaran.

Ilustrasi Gaya Belajar Ekstrovert -unsplash.com
Ilustrasi Mengajar -unsplash.com

Belajar dengan mengajar

Nah, bagian ini termasuk bagian terpenting, belajar dengan mengajar. Karakter ekstrovert yang suka berbicara di depan, bercerita dan bahagia saat menjadi pusat perhatian akan meningkatkan kemampuannya dalam memahami mata pelajaran. Bukankah ketika mengajar harus mengingat materinya, memahaminya baru setelah itu bisa menyampaikan ke orang lain? Anak ekstrovert akan sangat senang dan merasa tertantang untuk mengajar, apalagi di depan banyak orang.

Lalu, apakah dengan itu anak ekstrovert bisa belajar dengan maksimal? Bentuk gaya belajar akan lebih memudahkan Sobat Bias untuk bisa memahami materi. Apabila ingin maksimal, bisa bergabung dengan Bimbel Karantina Sbmptn. Dibantu mentor dan guru yang mumpuni, akan lebih cepat dalam memahami materi pelajaran.

Baca Juga: Insecurity Pada Millennials

Ilustrasi Insecurity pada millenials -unsplash.com

Insecurity pada millennials: Penyebab dan Cara mengatasinya

Dalam situasi tertentu, pernah mengalami rasa tidak percaya diri yang tinggi atau merasa tidak aman dengan keadaan tertentu? Merasa malu, bersalah yang berlebihan bahkan merasa tidak mampu atau tidak berguna sama sekali? Tahukah bahwa Sobat Bias sedang mengalami insecure atau insecurity.

Akibatnya akan cenderung menutup diri dan malu untuk berinteraksi dengan orang lain. Merasa tidak dihargai dan merasa akan memberikan pengaruh yang buruk kepada dirinya. Terkadang sampai menimbulkan pemikiran yang rumit terhadap permasalahan yang terkesan sepele dan merasa tidak mendapatkan afeksi atau kasih sayang dari orang lain

Sebetulnya apa sih insecurity itu?

Dikutip dari Oxford Dictionary, insecurity adalah ketidakpercayaan terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain.

Persaan insecure muncul karena persepsi negatif yang ia sampaikan dalam dirinya. Mereka menganggap tidak akan mampu menangani setiap tantangan baru dan cenderung mudah menolak berbagai kesempatan dan tawaran baru bahkan sampai mengalami stress.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Perasaan insecure kadang menghinggapi siapa saja, tidak hanya generasi millenials, namun akan menjadi masalah besar apabila perasaan ini dipikirkan dan dirasakan berlarut-larut sehingga semakin tenggelam dengan pikiran negatifnya

Tanda-Tanda Insecurity Pada Millenials

1. Tidak Percaya Diri

Ketidak percayaan diri ini muncul berkaitan dengan beragam hal, misalnya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri atau berkaitan dengan kondisi fisik, misalnya dalam hal berat badan ataupun tinggi badan. Akhirnya berimbas pada sikap merendahkan diri sendiri.

2. Selalu Gelisah dan Depresi

Karena merasa tidak mempunyai kemampuan dan tidak akan mendapatkan sesuatu, akhirnya berdampak pada sisi psikologis. Selalu merasa gelisah dan takut akan pencapaian. Dan insecurity pada millenials ini akan sering muncul terutama yang sedang berada pada masa transisi, misalnya saat memilih untuk Gap Year.

Misalnya, saat tahu nilai belajarnya lebih rendah dari temannya, akhirnya gelisah yang berlebihan. Dan ini akan meningkatkan perasaan insecure.

Solusi Belajar Online Saat Internet Lemot

3. Takut bertemu dengan orang lain

Ketidak percayaan diri ini muncul karena seringnya membandingkan diri sendiri dengan orang lain, akibatnya menambah rasa ketidakpercayaan diri. Saat kepercayaan dirinya turun ia akan takut untuk bertemu dengan orang lain. Lebih suka menghabiskan waktu dengan gawainya dan malas untuk berinteraksi dengan orang lain.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Penyebab Munculnya Insecure

1. Mengalami kegagalan dan penolakan

Dikutip dari psychology today, kejadian yang barusan terjadi akan sangat besar pengaruhnya terhadap mood dan cara bagaimana merasakan diri sendiri. Berdasarkan penelitian disebutkan bahwa nasehat untuk bahagia akan lebih besar pengaruhnya sampai 40% jika dipengaruhi oleh kebahagiaan yang telah dialami sebelumnya.

Apabila yang dialami adalah sebuah kegagalan atau penolakan, tentu akan berimbas besar pada insecurity. Apalagi pada generasi millenials yang sangat dipengaruhi dengan mood dan situasi yang menyenangkan.

2. Perfeksionis

Adakalanya saat menentukan target atau keinginan, harus dengan standar yang tinggi. Kadang target dalam pencapaian belajar, keinginan atau dalam memilih kampus impian. Apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan yang ada, akan mempunyai peluang besar dalam mengalami kegagalan. Kegagalan inilah yang menjadi pemicu insecure pada diri sendiri. Oleh karena itu, pada saat proses belajar, Sobat Bias tidak perlu langsung menargetkan standar yang tinggi, tetapi buatlah berjenjang sesuai waktu dan kemampuan.

3. bullying

Perasaan insecure akan semakin meningkat tatkala mendapatkan perlakuan atau ucapan negatif. Seperti, Kamu bodoh, kamu tidak menarik, kamu nggak mirip sama yang lain, kamu gendut atau kamu nggak akan sukses.

Kalimat-kalimat seperti itu akan meningkatkan ketidakpercayaan diri yang berimbas pada meningkatnya insecurity.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Efek Insecurity

Dikutip dari good therapy, ada tiga efek yang ditimbulkan saat insecurity muncul

1. Susah untuk curhat

Saat sedang mengalami insecure, akan susah untuk berbagi perasaan atau emosi. Lebih suka memendamnya untuk diri sendiri. Bukan berarti, harus dibagikan dengan orang lain, akan tetapi merasa tidak percaya diri untuk berbagi atau bercerita.

Bias Education Tempat Latihan Untuk Belajar Dibawah Tekanan

2. Berpengaruh pada kesehatan mental

Insecure akan menyebabkan berpengaruh pada mental health seperti mood yang jelek, hipertensi ataupun gejala somatik lainnya, misalnya jantung berdebar, dan nyeri pada bagian kepala.  

3. Sering Mengisolasi diri

Karena munculnya ketidakpercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain, terlalu malu bertemu dengan orang yang mengakibatkan seringnya mengisolasi diri sendiri. Jika terlalu berlebihan akan berakibat pada depresi atau demensia (penyakit yang mengakibatkan turunnya daya ingat atau kemampuan berpikir)

Cara mengatasi insecurity

1. Menyadari diri sendiri

Ketika sedang merasa insecure, cobalah untuk melawan rasa itu dengan melihat kita apa adanya, tidak menggabungkan persepsi kita atau orang lain. Tidak mengindahkan perasaan lebih rendah atau lebih tinggi dari orang lain. Begitu juga dengan kemampuan belajar, cobalah untuk menyadari kemampuan kita tanpa perlu direndahkan atau ditinggikan.

2. Tidak Membandingkan dengan Orang Lain

Tidak perlu membandingkan diri kita baik fisik atau pun kemampuan dengan orang lain, apabila yang kita bandingkan lebih tinggi dari kita, maka kita akan semakin terpuruk. Apalagi di era sosial media ini, orang-orang berlomba menunjukkan hal yang baik-baik saja.

Hal ini akan memicu perasaan insecure. Selain itu juga, hasil belajar tidak perlu dibanding-bandingkan jika nanti akan meningkatkan perasaan insecure. Terima apa adanya dan melakukan evaluasi baik dari segi pemahaman materi atau efektifitas dalam belajar.

3. Rehat

Berikan waktu untuk sembuh, rehatlah sebentar untuk fokus pada perbaikan. Berusaha untuk berdama dengan diri sendiri

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
Bersantai dengan sahabat -unsplash.com

4. Bertemu dengan sahabat atau orang terdekat

Berbagi dan bercerita dengan orang terdekat akan membantu menghilangkan perasaan takut bertemu dengan orang lain dan membantu dalam meningkatkan mood belajar.

5. Menetapkan tujuan realistis

Tujuan yang terlalu tinggi atau perfeksionis akan menyusahkan dalam pencapaian dan menyebabkan tingginya kemungkinan untuk gagal, oleh karena itu tetapkan tujuan secara detail dan realistis agar bisa terukur dalam pencapaiannya. Lakukanlah evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivits

6. Dialog dengan diri sendiri

Tanamkan dalam diri sendiri segala sifat positif dari kita dan hilangkan segala perkataan buruk yang dialamatkan pada kita.

Tentu untuk mengatasi perasaan insecure tidaklah mudah, butuh mentor dan teman yang selalu perhatian dengan kita apalagi yang sedang masa transisi, khususnya yang memilih gap year. Biar bisa menyeimbangkan berjalan dengan seimbang, bisa bergabung dengan Bimbel Karantina Sbmtpn Bias Education, untuk membantu Sobat Bias mendapatkan kampus impian.

Daftar Sekolah Kedinasan Yang Buka di Bulan Juni

menjadi data scientist

Jurusan Yang Diperlukan Untuk Kamu Yang Ingin Jadi Data Scientist

Data Scientist adalah profesi yang paling diminati di abad 21 ini. Banyak sekali perusahaan besar menggunakan jasa para data scientist. Pertanyaannya, kenapa?

Perkembangan teknologi yang begitu cepat khususnya mengenai internet dan informasi, membuat perusahaan mulai fokus pada data atau informasi yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya, maka muncullah istilah big data.

Big data adalah sekumpulan data yang terkumpul sangat banyak dan beragam jenis dengan volume yang besar. Dalam big data dikenal dengan istilah volume, variety dan velocity. Volume berkaitan dengan jumlah data, variety berkaitan dengan jenis data, dan velocity adalah kecepatan data yang masuk.

Ilustrasi jurusan data scientist -unsplash.com
Ilustrasi big data -unsplash.com

Contoh sederhananya adalah saat Sobat Bias daftar akun instagram. Volume adalah banyaknya akun yang dibuat, variety adalah jenis informasi pada akun baru dan velocity adalah kecepatan akun baru yang dibuat dalam waktu tertentu.

Baca Juga: Info Beasiswa Utusan Daerah IPB

Mungkin, kalo lingkup kota tidak seberapa banyak, kalo lingkup provinsi, negara atau bahkan dunia, bisa sampek milyaran data. Nah, ini diperlukan ilmu tertentu untuk mengolah data tersebut.

Data yang banyak tersebut diolah dan dianalisa oleh seorang data scientist. Tidak hanya menganalisa saja, sata scientist juga melakukan eksperimen data. Gunanya apa kak?

Dari hasil analisa dan eksperimen inilah yang digunakan oleh data scientist untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada perusahaan.

Ilustrasi jurusan data scientist -unsplash.com
Ilustrasi menjadi data scientist -unsplash.com

Kalo ingin jadi data scientist, gimana donk?

Jurusan yang bisa mengasah skill seorang data scientist sebagai berikut,

  1. Statistika, berlatih mengenai analisa dan pengolahan data
  2. Matematika, berlatih mengenai pola pikir (algoritma) dan analisa numerik
  3. Teknik Informatika, berlatih pemrograman baik dari segi perhitungan maupun visualisasi data

Sebenarnya, jurusan apapun bisa menjadi seorang data scientist asal bisa menguasai skill seorang data scientist. Misalnya, beberapa teori dalam statistika, pemrograman khususnya python, machine learning, selain kemampuan teknis juga didukung dengan kemampuan dalam komunikasi, kreativitas maupun pengetahuan tentang bisnis.

Jadi, kalo Sobat Bias sudah terlanjur kuliah di jurusan yang tidak ada background seorang data scientist, dan ingin menjadi seorang data scientist bisa terwujud asal mau untuk belajar secara mandiri. Semangat!

Baca Juga: 7 Tips Belajar Memanfaatkan waktu #dirumahaja ala Traveler

Ilustrasi - Solusi Belajar Daring Saat Internet Terbatas

Solusi Belajar Daring Saat Internet Terbatas

Pernah nggak Sobat Bias mengalami yang namanya hidup terasa hampa akibat kuota internet akan habis? Susah sinyal? Buka ini itu nggak bisa? Seakan-akan terisolasi dari dunia luar? Dan harus belajar daring dengan internet terbatas?

Lalu, kelas lagi jalan, eh kuota udah mau abis atau internet lagi lemot. Duh, nasib-nasib.

Apa dosa hamba ya Allah….

Belum lagi kalo mau beli kuota harus pergi ke tempat agak jauh. Lalu di pintu keluar desa sudah di portal, disemprot desinfektan dulu kalo mau keluar atau masuk desa.

Ada yang pernah ngalamin? Duh, kok sedih ya… hiks,..

Apalagi harus dituntut untuk belajar biar bisa mengerjakan soal UTBK? Allahu Akbar,…

Hemm,.. tetap tenang ya Sobat Bias habis gelap terbitlah terang, kayak judul buku kumpulan surat R.A Kartini, hehehehe…  

Meskipun berada dalam keadaan “miris”, inget ya, ada tanda kutipnya. Jangan patah semangat, meskipun dengan keterbatasan tersebut, Sobat Bias bisa tetep belajar kok…

Gimana caranya kak?

Begini nih,…

Baca Juga: 7 Tips Memanfaatkan Waktu #dirumahaja ala Traveler

Manfaatin Media Sosial

Sobat Bias pasti punya grup belajar di Telegram atau WhatsApp kan? Nah, grup itu akan sangat membantu Sobat Bias dalam Belajar. Meskipun agak kurang maksimal, terutama pelajaran eksak minimal bisa untuk diskusi dan dapet wawasan baru.

Diskusi bisa dilakukan dengan teman dan pengajar di grup atau lewat private message. Kebanyakan koneksi yang dibutuhkan media sosial relatif lebih kecil, nggak butuh internet yang kenceng. Jadi, lebih mudah untuk mengakses isinya, apalagi kalo berbasis text.

Instagram maupun facebook juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran loh. Banyak sekali konten yang bermanfaat mulai dari pelajaran, skill tertentu ataupun pengetahuan umum. Tinggal di screenshot dan simpan di gawai Sobat Bias, biar bisa diakses kapan saja. Yang penting, jangan buka yang lain juga ya, fokus pada belajar, inget kuota terbatas, hehehe…

Unduh Aplikasi Luring (offline)

Kak, kalo kuotanya hilang pergi sama yang lain gimana donk?

Aelah, bucin mania! Wkwkwkwk,…

Tenang, sebelum masa gelap bener-bener gelap, Sobat Bias bisa mengunduh aplikasi android, komputer, website atau youtube yang berisi materi pembelajaran luring. Jadi, meskipun tidak ada kuota internet, Sobat Bias masih bisa belajar.

Yang perlu dipersiapkan adalah memori gawai harus cukup juga ya, biar bisa disimpen. Kenangan yang nggak penting, yang bikin sedih, yang unfaeah dipindahin atau dihapus aja, sudah saatnya untuk menatap harapan baru. Uhuk… wkwkwkwk…

Membaca Buku dan Catatan

Terakhir nih yang paling klise sob, buku dan catatan itu alat paling bisa diandalin deh pokoknya. Sejak zaman Socrates sampek Mas Menteri sekolah, buku dan catatan adalah alat belajar yang paling sering dipake. Jadi, silahkan Sobat Bias buka kembali buku dan catatannya, diulang-ulang lagi materi yang sudah disampaikan oleh tutor.

Silahkan diawali dari konsep yang paling dasar, diulangi lagi dipahami sampek bener-bener paham. Bila ada pertanyaan, ditulis dulu aja sampek ada kuota internet yang turun dari langit, hehehe,… Kalo udah baru dimanfaatkan untuk mencari materi yang belum kita pahami atau nanya temen maupun tutor.

Inget ya, fase ini sangat ditentukan oleh keseriusan Sobat Bias semuanya, mengingat semua harus dilakukan secara mandiri. Hikmahnya adalah Sobat Bias bisa berlatih lebih awal untuk menjadi mahasiswa mandiri.

Alangkah baiknya jika kita manfaatkan momen ini untuk berlatih apapun, sehingga saat pandemi korona diangkat Aamiin,… Sobat Bias sudah siap masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Pola Hidup Sehat ala Pelajar Anak Rantau

Ilustrasi - konsep belajar agus salim

Konsep Belajar #dirumahaja Keluarga Agus Salim

Sobat Bias nggak asing bukan dengan Agus Salim? Bukan bapak-bapak yang tinggal di gang sebelah lo ya, hehehe… Tetapi, bapak bangsa, salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Yang terkenal dengan diplomat jenaka dan seorang poliglot! Haji Agus Salim mendidik anak-anaknya dengan homeschooling, atau di rumah aja terkecuali anaknya yang terakhir. Meskipun hanya dididik di rumah, anak-anak Agus Salim bukan hanya sekedar kaleng-kaleng,… Lalu, bagaimana konsep belajar Agus Salim dalam mendidik?

Tentu timbul pertanyaan sebelumnya? Kenapa kok dididik di rumah aja? Kok nggak sekolah?

Dikutip dari pwmu.co, Agus Salim menganggap pendidikan saat itu adalah sistem pendidikan kolonial. Agus Salim tidak ingin anaknya dicekoki pemikiran dan kebudayaan penjajah.

Lalu, bagaimana metode yang dipakai oleh Agus Salim?

Bentuk pembelajarannya santai seolah sedang bermain, tidak ada kelas yang ditentukan, jam pelajaran pun nggak ada dan tempat bisa dilakukan bebas dimana saja. Zaenatun Nahar, istri Agus Salim mengajari membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan Agus Salim mengajar segala hal.

Misalnya pelajaran sejarah, Agus Salim menyampaikan seperti sedang membaca buku cerita. Tidak monoton dengan hafalan yang kaku, sehingga mereka tertarik untuk mencari ilmu sendiri lewat berbagai cara, salah satunya adalah dengan membaca buku.

Baca Juga: Bias Education Sebagai Wadah Berlatih Berlajar Di Bawah Tekanan

Selain itu, Agus Salim menerapkan sikap terbuka dalam memberi bimbingan sebaik-baiknya untuk putra-putrinya. Mengutip tirto.id, saat mengajar, ia tak keberatan dibantah. Dalam menerangkan persoalan, ia tak akan berhenti sebelum anak-anaknya paham.

Istri Agus Salim menceritakan bagaimana sikap suaminya dalam mendidik, “Kami dilarang memberikan kualifikasi kepada anak-anak, misalnya, ‘kamu nakal’ atau ‘kamu jahat’, itu tidak boleh.”

Salah satu kebiasaan baik yang diterapkan Agus Salim di keluarganya adalah membaca. Ia menyediakan buku-buku berbahasa asing di rumahnya. Dengan kebiasaan membaca tersebut, di usia balita mereka sudah lancar membaca maupun menulis dengan banyak bahasa.

Nah kisah Islam Basari Salim, anak keenam, menjadi tentara dengan pangkat kolonel dan pernah menjabat atase militer Indonesia di Cina, mungkin bisa jadi gambaran kesuksesan pendidikan di Keluarga Agus Salim.

Dikutip dari pwmu.co, semasa kecilnya, Islam Basari Salim yang sangat lancar berbahasa Inggris membuat jurnalis Belanda Jef last terkaget-kaget saat itu.

Melihat Jef Last terkaget-kaget dengan rasa tidak percaya, Agus Salim berujar: ”Apakah Anda pernah mendengar tentang sebuah sekolah dimana kuda diajari meringkik? Kuda-kuda tua meringkik sebelum kami, dan anak-anak kuda ikut meringkik. Begitu pun saya meringkik dalam bahasa Inggris, dan Islam pun ikut meringkik juga dalam bahasa Inggris” So, mari maksimalkan waktu di rumah dengan mandiri belajar, belajar dan belajar seperti yang selalu digaungkan di Bias Education. Bias Education! We Find Way!!!!

Baca Juga: Ketika Memilih Untuk Gap Year

Try Out Bias Education

Trik Sukses Mengerjakan UTBK 2020

Hi, Sobat Bias…. hi, para pejuang UTBK. Bagaimana Kabarnya hari ini? Masih semangat kan? Atau udah merasa jenuh? Nah, untuk sukses mengerjakan UTBK itu bukan hanya sekedar belajar loh, tapi perlu juga strategi.

Apalagi pasca pengumuman SNMPTN, pasukan calon peserta UTBK semakin bertambah lo… Hal tersebut terjadi karena perserta yang tidak lolos di SNMPTN secara otomatis akan berpindah ke SBMPTN dengan melalui UTBK.

Persaingan yang semakin ketat ini perlu diimbangi dengan kesiapkan ekstra dari diri kita. Segala hal yang berkaitan dengan pelaksanan UTBK harus kita setting dengan baik, mulai dari penguasaan materi, menjaga kesehatan, hingga hari-H pelaksanaan UTBK nanti. Berikut ini beberapa prosedur dan tips yang dapat  kita lakukan agar sukses di UTBK 2020 ini.

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

1. Memahami Kisi-kisi dan Contoh Soal UTBK

Kisi-kisi dan contoh soal dibuat dan disebarkan dengan memuat manfaat bagi kita. Kita sebagai calon peserta UTBK SBMPTN dapat memanfaatkannya sebagai pegangan untuk menerka soal-soal yang akan muncul saat pelaksanaan ujian.

Oleh karena itu, kisi-kisi yang telah kalian terima jangan sampai hanya dibaca tanpa dipahami lebih lanjut. Kisi-kisi tersebut memuat penjelasan tipe soal yang akan keluar, perkiraan materinya, atau bentuk soalnya. Akan tetapi, tentunya soal yang akan muncul di ujian nanti memiliki bobot berkali-kali lipat apabila dibandingakan dengan contoh soal dalam kisi-kisi.

Jadi, jangan sampai beranggapan kalau soal yang akan muncul sama persis dengan contoh soal yang ada, kalian harus tetap mengasah kemampuan dengan cara berlatih soal yang setipe dengan contoh namun memiliki bobot yang tinggi agar suskses saat ujian nanti.

Baca Juga: Lebih Baik Mana Jurusan Teknik atau MIPA

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

2. Menjaga Kesehatan

Banyak cerita mengenai kondisi tubuh yang kurang fit saat pelaksaan ujian sehingga berdampak pada hasil ujian yang kurang maksimal. Bagaimana mau sukses utbk kalo sakit? Untuk mengantisipasi hal tersebut, kalian harus menjaga tubuh kalian sejak saat ini.

Walaupun harus mengejar penguasaan materi, jangan sampai memaksakan tubuh di luar batas kemampuannya. Seperti halnya, begadang setiap malam untuk belajar, lupa makan, hingga lupa olah raga. Kondisi seperti itu hanya akan membuat kondisi tubuh semakin buruk dan ketika ujian berlangsung tubuh tidak siap menghadapinya.

Oleh karena itu, buatlah jadwal belajar dan lakukan dengan tertib, makan makanan yang bisa menjaga kondisi tubuh, serta jagalah kesehatan dengan cara berolah raga. Apabila diperlukan minum suplemen yang dapat menjaga kondisi tubuh kita.

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

3. Bersikap Tenang ketika Ujian

Hasil ujian adalah modal kita untuk mendaftar di perguruan tinggi yang kita inginkan. Terkadang karena keinginan yang besar sekaligus ambisi yang tinggi membuat kondisi psikologis kita tidak stabil.

Kondisi tersebut jutru membuat kita sulit memanajemen waktu saat ujian sebab sikap tergesa-tergesa akan muncul. Oleh karena itu, mulai dari sekarang biasakan diri untuk berlatih mengerjakan dengan tenang dan memanagemen waktu dengan baik.

Baca Juga: Persiapan Program SBMPTN di Kampung Inggris

Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com
Iliustrasi sukses mengerjakan utbk -unsplash.com

4. Istirahat Sebelum UTBK

Yang terpenting, setelah semua usaha belajar telah dilakukan istirahatlah sebentar. Maksutnya apa min? Setelah bergulat dengan materi pelajaran, latihan soal sampai larut malam sebelum ujian, beristirahatlah. Satu hari sebelum ujian, istirahatlah agar tubuh pikiran menjadi lebih tenang.

Tak lupa berdo’a kepada Allah s.w.t dan minta saran kepada mentor atau tutor yang bisa dilakukan dengan nyaman dan fleksibel bersama Bias Education untuk memompa semangat sebelum ujian.

perjalanan

Catat aku sebagai seorang pejuang

Catat Aku sebagai Seorang Pejuang

Angin masih berhembus dengan irama yang sama
Lalu lalang kendaraan, hanya sekedar lewat. Musim hujan, dingin dan tak ada yang bisa dikenang.

Harapan, riuh rendah muncul dengan kekhawatiran yang semakin meningkat. Di tengah jalan kadang bertanya. Apakah masih bisa?

Duduklah sebentar saja, tarik nafas secara perlahan, pejamkan mata dan katakan, “Aku baik-baik saja dan aku akan mendapatkannya…”

Sekali lagi, catat aku sebagai seorang pejuang

Tips Sukses Bimbel Karantina

Pernahkah Sobat Bias merasakan suasana yang begitu melankolis suatu waktu? Waktu yang singkat namun berat untuk dirasakan.

Apabila mendapati kondisi tersebut, cobalah Sobat Bias mengingat perjuangan “Tak Sadar” waktu kecil. Perjuangan sederhana, namun mempunyai hasil yang luar biasa.
Apa itu?

Berlatih berjalan.

Coba ingat-ingat cerita waktu itu,

Apakah Sobat Bias saat masih kecil sudah memikirkan kemungkinan terbaik atau kemungkinan terburuk ketika memilih suatu hal? tidak bukan. Pernahkah Sobat Bias berpikir untuk berhenti berlatih berjalan setelah sekian ratus kali jatuh ke lantai? Tidak bukan.

Pernahkah kemudian mengeluh, berhenti sejenak berjalan atau kalo enggak memutuskan untuk hiatus dari latihan berjalan? Tidak juga kan?

Kaki seorang bayi begitu lemah, tak kuasa menahan badan. Tetapi, dengan latihan yang konsisten, kaki yang lemah itu akhirnya menjadi kuat. Bahkan ada yang bisa sampai berlari puluhan kilometer, berdiri dengan waktu yang lama. Kenapa saat kita masih kecil, kita mampu untuk bertahan sedangkan sekarang kita harus berpikir ulang? Bahkan memikirkan untuk mundur ke belakang?

Tanamkan niat itu dalam-dalam, berjalanlah dengan perlahan, tujuan adalah mimpi terindah yang akan kita rasakan. Kita pernah menjadi seorang pejuang dan akan menjadi seorang pejuang.

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

Prajurit Jaga Malam Chairil Anwar

Insecurity Pada Millennials

belajar mandiri

Saat Introvert Malu Bertanya Di Kelas

Pernah nggak sih sobat bias malu atau sungkan bertanya di kelas? Apalagi saat anak introvert bertanya di kelas

Takut ganggu lah, takut dibilang menghambat materi di kelas lah
dan ketakutan-ketakutan yang lain…

Kira-kira ada solusinya nggak min?
Kalo nggak, kita ketinggalan materi nih…
jadi sedih deh…

Tenang wahai Sobat Bias sekalian…
Jangan khawatir,…
Di Bias sudah difasilitasi loh, bagi kalian yang merasa nggak enak bertanya di kelas.
Terutama anak introvert nih.

Emang ada min?
Ada donk?
Yang mana?
Jadi, bagi kamu,.. iya kamu yang merasa sungkan atau takut bertanya dikelas, tetap tenang ya..
Ada beberapa kegiatan yang di fasilitasi oleh Bias Education untuk Sobat Bias yang sungkan bertanya di Kelas.

Tips Sukses Bimbel Karantina SBMPTN [Yang Terlewatkan]

Pertama, Kegiatan Pagi. Dalam kegiatan pagi, member Bias berpasangan dalam menentukan target belajar. Menghafal rumus dan mengerjakan soal.

Kedua, Study Club. Di setiap malam ada diskusi dengan teman satu kelas. Mengerjakan soal bareng di kelas, diskusi antar teman. Dengan kegiatan ini, diharapkan yang malu bertanya di kelas bisa menanyakan ke teman sebaya saat study club.

Ketiga, Kelas Tambahahan. Untuk kelas tambahan, member akan diajar dengan sahabat belajar. Siapakah sahabat belajar itu? Dia adalah teman sebaya yang lebih dahulu memahami materi. Mereka menentukan jadwal sendiri kapan waktunya untuk belajar bareng. Nah, kalo dengan sahabat belajar bisa belajar dengan leluasa dengan teman.

Keempat, Kelas Tambahan dengan Tutor. Kalo misalnya member Bias tidak memahami materi inti, maka bisa menanyakan kepada tutor yang bersangkutan. Member Bias bisa menanyakan langsung ke tutor dan membuat janji untuk waktu belajarnya.

Dengan kemudahan yang diberikan tersebut, Member Bias lebih leluasa untuk bertanya dan memahami materi. Jadi, bagi sobat Bias yang merasa dirinya Introvert bisa memanfaatkan sarana tersebut. Bagaimana kamu yang anak introvert bertanya di kelas? it’s okey right?

Trik Sukses Mengerjakan UTBK 2020

gulfcoast.edu_

Teknik Atau MIPA?

Teknik atau MIPA? Lebih baik kuliah di teknik lah, karena sudah jelas kerjanya nanti di perusahaan”, “Kuliah di Mipa banyak pilihan tempat kerjanya”.

Saya yakin, sobat Bias sering mendengarkan perdebatan kedua jurusan itu.

Lebih baik memilih yang mana? Sebelum memilih, sobat Bias harus tahu terlebih dahulu, alasan mengapa memilih jurusan tersebut. Jangan asal-asal ikutan loh ya….

Mimin mau ngasih pertimbangan nih, sebelum memilih kedua jurusan tersebut.

1. Passion

Terlepas dari pemikiran apapun, saran dari siapapun, minat atau passion adalah yang utama. Kuliah tidak hanya masalah belajar, ujian dan setelah itu lulus, tetapi lebih dari itu.

Banyak hal yang bisa didapatkan saat kuliah. Rencana dari sobat Bias, pengembangan apa yang ingin dimaksimalkan, kalau sesuai minat akan lebih cepat untuk didapatkan.

Keterpaksaan dalam memilih akan menyulitkan sobat Bias untuk belajar. Nah, sebelum memilih jurusan, sobat Bias usahakan memilih yang sesuai passion ya. Teknik atau mipa yang penting sesuai dengan passion.

7 Tips Pelajar Memanfaatkan waktu #DiRumahAja ala Traveler

2. Cita-cita

Apasih cita-cita sobat Bias? Ekonom? Dokter? Atau Ilmuwan? Penting loh untuk mengetahui cita-cita yang diinginkan. Kuliah adalah salah satu sarana mewujudkan cita-cita sobat Bias. So, ketika memilih jurusan sesuaikan dengan cita-citanya.

3. Prospek Kerja

Dari keduanya yang manakah yang paling menjanjikan? Eits, tenang dulu ya sobat, jangan terburu-buru dalam menyimpulkan. Ada banyak hal arti kata dari menjanjikan ini. Beberapa berpikiran bahwa menjanjikan artinya mudah mendapatkan pekerjaan.

Nah, masing-masing mempunyai aspek kerja yang berbeda sobat, tetapi ada yang bersinggungan. Misalnya, jurusan Teknik Fisika dengan Fisika Mipa. Meskipun terkesan sama, namun mereka berbeda dalam ranah pekerjaannya.

Teknik Fisika lebih condong kepada industri sedangkan Fisika lebih kepada penelitian. Jadi, masing-masing mempunyai area sendiri-sendiri. Jadi jangan bingung ya milih teknik atau mipa.

4. Jumlah Peminat

Manakah yang mempunyai peminat paling banyak? Sebelum memilih sobat Bias perlu mencari informasi jumlah peserta yang memilih jurusan tersebut. Jika memiliki ketetatan yang rendah, tentu akan lenbih mudah diterima.

Penting untuk diingat, memilih jurusan tidak hanya sekedar bisa ber-kuliah atau tidak, tetapi bagaimana jurusan yang dipilih sesuai dengan keinginan dan mempunyai manfaat yang besar.

5. Nasehat Orang Tua

Yap, Sobat Bias tidak salah. Nasehat orang tua adalah penting untuk kita jadikan pertimbangan. Selain dari pengalaman dari orang tua yang luas, keberkahan dari do’a orang tua kita akan sanggup mengantarkan Sobat Bias diterima di kampus impian. Aamiin.

Bagaiman sobat? Sudah punya gambaran mau kuliah di teknik atau mipa?

Trik Sukses Mengerjakan UTBK 2020