event volunteering para gap year untuk menambah wawasan

Kamu Gap Year? Wajib Ikut Volunteering Lah!

Mengikuti volunteering program untuk gap year – Hai Sobat Bias, apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata “volunteering”? Apakah kalian membayangkan orang-orang yang membantu pengungsi saat terjadi bencana alam, atau mungkin memiliki gambaran orang-orang yang sedang bermain dengan anak-anak kecil? Hmm, tidak ada yang salah kok, Sob. Terus, apa sih volunteering program itu? Volunteering merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu maupun berpartisipasi dalam suatu kegiatan, bisa tentang lingkungan, pendidikan, pelestarian cagar budaya, dan masih banyak lagi.

Keterhubungan antara gap year dan mengikuti volunteering program

Lho, terus apa kaitannya dengan gap year wajib ikut volunteering atau kegiatan kerelawanan? Gini, di bangku sekolah kita selalu dijejali ilmu-ilmu dan pengetahuan mengenai banyak hal. Nah, volunteering program ini menjadi ajang mempraktikkan pelajaran yang pernah kita dapat di sekolah. Nggak cuma itu, dengan mengikuti kegiatan kerelawanan, kita juga belajar dari lingkungan luar. Jangan lupa, selalu kosongkan ‘gelas’ agar sanggup menerima lebih banyak pengetahuan, kata-kata Om Bob Sadino yang saya ingat sampai sekarang.

Jadi percaya nggak Sob, dengan mengikuti kegiatan kerelawanan, cepat atau lambat bisa mengubah hidup kita lho! Kalau dirasa-rasakan, setelah ikut volunteering, kita bertemu dengan banyak sekali tipe manusia. Dari situlah kita mulai mengenali perbedaan-perbedaan dan tingkah laku pada tiap manusia. Jika sudah begitu, rasa toleransi akan meningkat. Indah sekali, bukan?

Baca juga : Gap Year Tapi Tetep Punya Pemasukan, Emangnya Bisa?

Volunteering wajib banget bagi kamu yang sedang memutuskan untuk mengambil gap year. “Tapi, aku minder kalau nanti ditanya sekolah di mana, atau kuliah di mana.” Minder sebentar boleh kok, tetapi kita harus cepat sadar kalau yang kita lakukan sekarang ini merupakan bagian dari belajar juga, lho! Belajar mengenai kehidupan. Maka, jawab saja kalau kita sedang memutuskan untuk gap year untuk lebih bisa menggali minat, bakat, dan mencoba hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan ketika belajar di sekolah menengah.

Menjadi Gap year sebenarnya merupakan hal yang sangat lumrah di Eropa. Seorang teman saya dari Jerman mengikuti kegiatan kerelawanan pelestarian cagar budaya di Borobudur untuk mengisi masa jedanya. Yuk, pelan-pelan geser pemikiran yang masih memandang buruk gap year.

Kesimpulan

Masa gap year kita bisa dikatakan sukses jika kita mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan menambah pengalaman berinteraksi dengan lingkungan. Dengan kita ikut volunteering program yang sesuai bidangmu tentunya akan menunjang kesiapan dan keberanian kita menghadapi dunia perkuliahan nanti, Sob! Rajin-rajinlah memanfaatkan media sosialmu untuk berselancar menemukan kegiatan-kegiatan kerelawanan yang sesuai bidangmu ya! Semangat mencari, Sob! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca juga : Volunteering? Emangnya Berfaedah?

photo-by-ray-sangga-kusuma-from-unsplash-volunteer

Volunteering? Emangnya Berfaedah?

Setiap orang tua pasti ingin anaknya sukses dan jauh dari segala kesusahan, wajar. Tetapi, tak jarang mereka memaksakan kehendak kepada anaknya. Ada pula orang tua yang membebaskan anaknya untuk mengikuti berbagai macam kegiatan positif, seperti kerelawanan, atau volunteering. Di era yang semakin maju ini, bukan lagi zamannya orang-orang sibuk berkutat untuk menyempurnakan nilai, sehingga aktivitas seharinya hanya belajar dan belajar. Sebagai mahasiswa yang nantinya juga akan memasuki dunia kerja dan profesional, tentunya sangat tidak cukup jika hanya berbekal nilai saja. Harus ada skill lain yang harus dikuasai dan pengalaman tentunya. Nah, volunteering merupakan solusi yang sangat tepat untuk jiwa-jiwa mahasiswa. Kok bisa?

Berikut ini beberapa hal yang berfaedah atau bermanfaat jika mengikuti volunteering

  1. Volunteering Mengajari Kita untuk Mengatur Waktu

Bagaimana tidak? Tanggung jawab telah dikantongi ketika kita menjadi volunteer sekaligus mahasiswa. Siap-siap saja untuk bisa mengatur waktu antara belajar, mengerjakan tugas, mengikuti rapat, dan lain-lain. Tentunya skill ini sangat dibutuhkan kapanpun dan dimanapun.

  1. Volunteering Menemukan Kitaa dengan Orang-Orang yang Tak Terduga

Sobat Bias, tidak ada batasan umur untuk menjadi seorang volunteer. Yang perlu diperhatikan yaitu meluruskan niat, tidak malu bertanya, dan selalu memanfaatkan kesempatan untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Di sini tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi maupun lebih rendah. Kalau sudah begitu, kebahagiaan akan datang dari setiap cerita perkenalan yang terjadi. Berkenalan dengan orang banyak tentunya akan memperkaya wawasan kita.

  1. Volunteering Membantu Kita Beradaptasi

Ketika menjadi volunteer, kita pasti dihadapkan dengan berbagai pilihan dan lingkungan. Dari situlah kita bisa lebih banyak berintrospeksi dengan diri agar bisa mengenali dan melihat sesuatu dari banyak sudut, sehingga kita mampu memberikan pendapat yang tidak mudah menjatuhkan orang lain.

  1. Volunteering Membuat Kita Beberapa Langkah di Depan

Percaya nggak Sob, ketika mengikuti volunteering akan banyak banget yang kita dapetin. Selain seru-seruan, amanah pun harus dijalankan. Karena sering terbuka dengan hal-hal baru, para volunteer bisa menyikapi hal-hal di sekitar dengan lebih bijaksana. Dengan menjadi volunteer, kita dipancing untuk terus meningkatkan kemampuan, tidak sekadar duduk anteng di bangku kuliah di ruangan kotak ber-AC itu. Beranilah mengambil keputusan mandiri dalam berbagai hal. Setelah mengerti faedahnya, jadi tertarik untuk melakukan kegiatan kerelawanan kan, Sob? (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)