Ilustrasi Insecurity pada millenials -unsplash.com

Insecurity pada millennials: Penyebab dan Cara mengatasinya

Dalam situasi tertentu, pernah mengalami rasa tidak percaya diri yang tinggi atau merasa tidak aman dengan keadaan tertentu? Merasa malu, bersalah yang berlebihan bahkan merasa tidak mampu atau tidak berguna sama sekali? Tahukah bahwa Sobat Bias sedang mengalami insecure atau insecurity.

Akibatnya akan cenderung menutup diri dan malu untuk berinteraksi dengan orang lain. Merasa tidak dihargai dan merasa akan memberikan pengaruh yang buruk kepada dirinya. Terkadang sampai menimbulkan pemikiran yang rumit terhadap permasalahan yang terkesan sepele dan merasa tidak mendapatkan afeksi atau kasih sayang dari orang lain

Sebetulnya apa sih insecurity itu?

Dikutip dari Oxford Dictionary, insecurity adalah ketidakpercayaan terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain.

Persaan insecure muncul karena persepsi negatif yang ia sampaikan dalam dirinya. Mereka menganggap tidak akan mampu menangani setiap tantangan baru dan cenderung mudah menolak berbagai kesempatan dan tawaran baru bahkan sampai mengalami stress.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Perasaan insecure kadang menghinggapi siapa saja, tidak hanya generasi millenials, namun akan menjadi masalah besar apabila perasaan ini dipikirkan dan dirasakan berlarut-larut sehingga semakin tenggelam dengan pikiran negatifnya

Tanda-Tanda Insecurity Pada Millenials

1. Tidak Percaya Diri

Ketidak percayaan diri ini muncul berkaitan dengan beragam hal, misalnya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri atau berkaitan dengan kondisi fisik, misalnya dalam hal berat badan ataupun tinggi badan. Akhirnya berimbas pada sikap merendahkan diri sendiri.

2. Selalu Gelisah dan Depresi

Karena merasa tidak mempunyai kemampuan dan tidak akan mendapatkan sesuatu, akhirnya berdampak pada sisi psikologis. Selalu merasa gelisah dan takut akan pencapaian. Dan insecurity pada millenials ini akan sering muncul terutama yang sedang berada pada masa transisi, misalnya saat memilih untuk Gap Year.

Misalnya, saat tahu nilai belajarnya lebih rendah dari temannya, akhirnya gelisah yang berlebihan. Dan ini akan meningkatkan perasaan insecure.

Solusi Belajar Online Saat Internet Lemot

3. Takut bertemu dengan orang lain

Ketidak percayaan diri ini muncul karena seringnya membandingkan diri sendiri dengan orang lain, akibatnya menambah rasa ketidakpercayaan diri. Saat kepercayaan dirinya turun ia akan takut untuk bertemu dengan orang lain. Lebih suka menghabiskan waktu dengan gawainya dan malas untuk berinteraksi dengan orang lain.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Penyebab Munculnya Insecure

1. Mengalami kegagalan dan penolakan

Dikutip dari psychology today, kejadian yang barusan terjadi akan sangat besar pengaruhnya terhadap mood dan cara bagaimana merasakan diri sendiri. Berdasarkan penelitian disebutkan bahwa nasehat untuk bahagia akan lebih besar pengaruhnya sampai 40% jika dipengaruhi oleh kebahagiaan yang telah dialami sebelumnya.

Apabila yang dialami adalah sebuah kegagalan atau penolakan, tentu akan berimbas besar pada insecurity. Apalagi pada generasi millenials yang sangat dipengaruhi dengan mood dan situasi yang menyenangkan.

2. Perfeksionis

Adakalanya saat menentukan target atau keinginan, harus dengan standar yang tinggi. Kadang target dalam pencapaian belajar, keinginan atau dalam memilih kampus impian. Apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan yang ada, akan mempunyai peluang besar dalam mengalami kegagalan. Kegagalan inilah yang menjadi pemicu insecure pada diri sendiri. Oleh karena itu, pada saat proses belajar, Sobat Bias tidak perlu langsung menargetkan standar yang tinggi, tetapi buatlah berjenjang sesuai waktu dan kemampuan.

3. bullying

Perasaan insecure akan semakin meningkat tatkala mendapatkan perlakuan atau ucapan negatif. Seperti, Kamu bodoh, kamu tidak menarik, kamu nggak mirip sama yang lain, kamu gendut atau kamu nggak akan sukses.

Kalimat-kalimat seperti itu akan meningkatkan ketidakpercayaan diri yang berimbas pada meningkatnya insecurity.

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com

Efek Insecurity

Dikutip dari good therapy, ada tiga efek yang ditimbulkan saat insecurity muncul

1. Susah untuk curhat

Saat sedang mengalami insecure, akan susah untuk berbagi perasaan atau emosi. Lebih suka memendamnya untuk diri sendiri. Bukan berarti, harus dibagikan dengan orang lain, akan tetapi merasa tidak percaya diri untuk berbagi atau bercerita.

Bias Education Tempat Latihan Untuk Belajar Dibawah Tekanan

2. Berpengaruh pada kesehatan mental

Insecure akan menyebabkan berpengaruh pada mental health seperti mood yang jelek, hipertensi ataupun gejala somatik lainnya, misalnya jantung berdebar, dan nyeri pada bagian kepala.  

3. Sering Mengisolasi diri

Karena munculnya ketidakpercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain, terlalu malu bertemu dengan orang yang mengakibatkan seringnya mengisolasi diri sendiri. Jika terlalu berlebihan akan berakibat pada depresi atau demensia (penyakit yang mengakibatkan turunnya daya ingat atau kemampuan berpikir)

Cara mengatasi insecurity

1. Menyadari diri sendiri

Ketika sedang merasa insecure, cobalah untuk melawan rasa itu dengan melihat kita apa adanya, tidak menggabungkan persepsi kita atau orang lain. Tidak mengindahkan perasaan lebih rendah atau lebih tinggi dari orang lain. Begitu juga dengan kemampuan belajar, cobalah untuk menyadari kemampuan kita tanpa perlu direndahkan atau ditinggikan.

2. Tidak Membandingkan dengan Orang Lain

Tidak perlu membandingkan diri kita baik fisik atau pun kemampuan dengan orang lain, apabila yang kita bandingkan lebih tinggi dari kita, maka kita akan semakin terpuruk. Apalagi di era sosial media ini, orang-orang berlomba menunjukkan hal yang baik-baik saja.

Hal ini akan memicu perasaan insecure. Selain itu juga, hasil belajar tidak perlu dibanding-bandingkan jika nanti akan meningkatkan perasaan insecure. Terima apa adanya dan melakukan evaluasi baik dari segi pemahaman materi atau efektifitas dalam belajar.

3. Rehat

Berikan waktu untuk sembuh, rehatlah sebentar untuk fokus pada perbaikan. Berusaha untuk berdama dengan diri sendiri

ilustrasi Insecurity pada Millenials -unsplash.com
Bersantai dengan sahabat -unsplash.com

4. Bertemu dengan sahabat atau orang terdekat

Berbagi dan bercerita dengan orang terdekat akan membantu menghilangkan perasaan takut bertemu dengan orang lain dan membantu dalam meningkatkan mood belajar.

5. Menetapkan tujuan realistis

Tujuan yang terlalu tinggi atau perfeksionis akan menyusahkan dalam pencapaian dan menyebabkan tingginya kemungkinan untuk gagal, oleh karena itu tetapkan tujuan secara detail dan realistis agar bisa terukur dalam pencapaiannya. Lakukanlah evaluasi berkala untuk meningkatkan efektivits

6. Dialog dengan diri sendiri

Tanamkan dalam diri sendiri segala sifat positif dari kita dan hilangkan segala perkataan buruk yang dialamatkan pada kita.

Tentu untuk mengatasi perasaan insecure tidaklah mudah, butuh mentor dan teman yang selalu perhatian dengan kita apalagi yang sedang masa transisi, khususnya yang memilih gap year. Biar bisa menyeimbangkan berjalan dengan seimbang, bisa bergabung dengan Bimbel Karantina Sbmtpn Bias Education, untuk membantu Sobat Bias mendapatkan kampus impian.

Daftar Sekolah Kedinasan Yang Buka di Bulan Juni

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Comments are closed.