bimbel sbmtpn

Bias Education: Bimbel SBMPTN Terpercaya Untuk Raih Kampus Impianmu

rekomendasi bimbel sbmptn

Bias Education: Bimbel SBMPTN Terpercaya Untuk Raih Kampus Impianmu

Merasa salah jurusan, urung kuliah di kampus idaman karena gagal dalam tes masuk, atau kehilangan minat karena sulit beradaptasi? Salah satu alternatif untuk menghindari masalah demikian adalah memilih gap year

Selama masa jeda tersebut kamu bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mengikuti kelas bimbel SBMPTN.

Bias Education: Layanan Bimbel SBMPTN Khusus Gap Year Taker Bias Education

Jangan dulu memandang sebelah mata pada pilihan gap year, karena kesuksesan kamu tidak ditentukan oleh kapan mulai kuliah. Dengan persiapan yang lebih panjang kamu bahkan berpeluang lebih besar untuk menempuh studi di kampus impian dan lebih mantap dalam memilih jurusan.

Semua ini bisa terwujud jika kamu mendapat bantuan dari para profesional di bimbel SBMPTN terbaik di Indonesia Bias Education. Selama lebih dari 1 dekade Bias Education telah mengkhususkan diri sebagai penyedia layanan persiapan intensif untuk masuk PTN  selama gap year.

Nah, Sobat Bias, bergabunglah bersama para gap year taker dari seluruh Indonesia dalam kelas-kelas persiapan SBMPTN yang fokus, intensif, namun menyenangkan. Tidak hanya pendampingan belajar bersama tutor yang kompeten, kamu juga akan mendapatkan pembekalan mengenai dunia kampus.

Lokasi belajar di Kampung Inggris, Kediri akan sangat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang tentu sangat berguna dalam perkuliahan kamu nantinya. 

Dalam program kami Sobat Bias juga berkesempatan mengikuti berbagai Gap Year Activity berwujud kegiatan  pengembangan diri. Ini antara lain character/spiritual building, pemantapan hard dan soft skill, dan sebagainya.

Alasan Harus Pilih Bias Education

Mengingat begitu banyak lembaga bimbel SBMPTN 2021 memang tidak mudah untuk memilih yang terbaik. Karena itu Sobat Bias perlu mengetahui beberapa keunggulan kami yang bisa jadi referensi kamu.

  • Sistem belajar istimewa ala Bias Education

Lebih dari sekedar latihan soal tanpa henti untuk menghadapi tes masuk kamu lebih mengutamakan pemahaman holistik terhadap materi pelajaran SBMPTN. Semua ini terangkum dalam Bias Value untuk mencetak SDM yang sukses, bermartabat, dan berkarakter.

  • Lingkungan belajar yang kondusif.

Kampung Inggris merupakan lingkungan belajar dengan atmosfer positif yang sudah ada sejak tahun 70-an, terutama untuk mendalami Bahasa Inggris.

  • Pengajar profesional

Kami menjamin para peserta dibimbing oleh tutor profesional dan kompeten dengan latar belakang pendidikan hingga magister.

  • Evaluasi terprogram

Di sini kamu bisa memantau kemajuan belajarmu setiap saat dalam kelas, dengan evaluasi lisan, tulisan, serta try out berbasis komputer setiap minggunya.

  • Pengembangan karakter dan pembinaan skill

Persiapan yang matang sebelum memasuki dunia kampus akan membantumu untuk beradaptasi demi meraih prestasi dalam perkuliahan. Ini kami lakukan dengan layanan pembinaan soft dan hard skill bagi peserta.

  • Klinik belajar dan mentoring

Dengan mentoring Bias Education kamu tidak perlu kebingungan lagi memilih jurusan studi yang tepat, metode belajar untuk mahasiswa, sampai informasi beasiswa.

  • Ikatan Alumni Bias merupakan jaringan yang kuat dan luas

10 angkatan program kami telah dan masih melanjutkan studi di berbagai universitas bergengsi di dalam negeri sampai mancanegara. Sebagai peserta program Bias Education artinya kamu berkesempatan mendapatkan peluang terkait karir atau pendidikan lanjutan melalui jaringan dan kegiatan alumni.

Nah, untuk mendapatkan seluruh fasilitas jempolan tersebut harga bimbel SBMPTN kami dapat dibilang sangat bersahabat.

Bagaimana? Siap bergabung bersama bimbel SBMPTN Bias Education terutama untuk kamu para gap year taker? Jangan sampai melewatkan event dan promo kami di tahun ini!

choose

Tips dan Trik Memilih Jurusan Kampus

Hai Sobat Bias, gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Gimana persiapan masuk kuliannya? Semoga aman ya. Selain mempersiapkan materi yang akan diujikan jangan sampai kalian terlena untuk mempersiapkan jurusan yang akan kalian ambil. Oh ya, pernah  nggak dengar kasus tentang salah jurusan? Pernah juga nggak ada ketakutan untuk memilih karena takut dianggap nggak keren pilih jurusan kuliah? Mungkin bagi kalian sobat ambis sudah sering mendengar tentang kasus-kasus ini ya. Nah pada kesempatan kali ini akan membahas serba-serbi memilih jurusan kampus.

Nah artikel ini sengaja dibuat untuk kalian sobat pejuang kampus, yuks simak cara memilih jurusan kampus.

1. Kenali Diri Kalian dan Kelebihan Kalian

Di lingkungan masyarakat banyak opini yang muncul, bahwa orang yang pintar itu orang yang pandai berhitung dan orang yang sukses kalau kuliahnya berhubungan dengan hitung menghitung dan kesehatan. Eits, jangan sampai membuat down kalian para pejuang kuliah ya. Percaya bahwa kalian itu tercipta LUAR BIASA. Jangan pernah menganggap kalian adalah orang yang lemah karena hal ini juga akan membuat psikis menjadi tertekan dan tidak semangat untuk berjuang.

2. Cari Passion Kalian

Mencari bidang yang membuat kalian nyaman dan tertarik atau bisa disebut mencari passion ya. Apa sih Passion? Passion adalah hal yang jika kita lakukan itu tidak membuat kita bosan sehingga kita menjadi nyaman melakukannya. Setiap orang pasti memiliki passion-nya masing-masing. Jadi, 

3. Jangan ikut-ikutan

Nah ini nih yang sering terjadi, saat memilih jurusan kampus biasanya kita ikut-ikutan tren biar keliatan wow atau ikut-ikutan teman. Tren ikut-ikutan teman biasanya terjadi karena sudah bingung memilih dengan jurusan yang ada di universitas dan  takut jikalau di universitas nantinya tidak punya sahabat karib. Udah pupusin statement itu ya, nanti di kampus bakal punya banyak kenalan kok, ganteng-ganteng dan cantik-cantik hihi

4. Sesuaikan dengan Kemampuan

Punya target yang sesuai dengan kemampuan itu sangat bagus. Tetapi Sobi jangan lupa juga untuk tetap menyesuaikan dengan kemampuan. Jadi setiap jurusan memiliki rumpun atau konsentrasi nah silakan cari tahu dan cari yang cocok ya. Misal kasus seperti Bunga, Bunga sangat ingin masuk jurusan yang berhubungan dengan bahasa pemrograman yaitu Teknik Informatika. Tetapi nilai Tryout-nya masih belum memenuhi target Teknik Informatika, nah untuk mencari jurusan kedua yang memiliki rumpun yang sama bisa mengambil Matematika konsentrasi komputasi matematika. Nah jadi dalam memilih jurusan kampus bisa disesuaikan sesuai dengan passion atau keinginan tetapi peluang masuknya juga lebih besar.

5. Berdiskusi dengan Orang Terdekat

Oke hal yang tidak kalah penting adalah berdiskusi dengan orang terdekat. Definisi orang terdekat banyak ya, hehe. Bisa orang tua, kakak, saudara yang lebih dewasa, sahabat, guru BK atau juga Mentor kita. Nah kenapa sih harus diskusi sama orang lain? Kadang orang lain itu juga tau kelebihan kita dan yang pasti orang berikut sudah bernah memiliki pengalaman yang lebih banyak kita.

6. Berdamai dengan Orang Tua

Nah, pemilihan jurusan ini tidak lepas dari peran orang tua sebagai sponsor utama dalam pendidikan kita ya. Jadi jika kalian masih berbeda pendapat kalian harus berdiskusi dalam memilih jurusan kampus mengenai apa kelebihan jurusan pilihan kalian dan coba tanya apa yang orang tua kalian inginkan. Sedikit tips dari mimin, ketika diskusi coba kalian buat gambaran jurusan kalian, kelebihan jurusan, prospek kerja jurusan yang kalian pilih dan paparkan target-target studi dan karir kalian jika memilih jurusan tersebut.

Oke sekian tips dan trik memilih jurusan ya, Semoga bermanfaat.

BIAS, Belajar Itu Asyik Sekali.

(by Chusnul Khotimah – Mathematics Tutor)

event volunteering para gap year untuk menambah wawasan

Kamu Gap Year? Wajib Ikut Volunteering Lah!

Mengikuti volunteering program untuk gap year – Hai Sobat Bias, apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata “volunteering”? Apakah kalian membayangkan orang-orang yang membantu pengungsi saat terjadi bencana alam, atau mungkin memiliki gambaran orang-orang yang sedang bermain dengan anak-anak kecil? Hmm, tidak ada yang salah kok, Sob. Terus, apa sih volunteering program itu? Volunteering merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu maupun berpartisipasi dalam suatu kegiatan, bisa tentang lingkungan, pendidikan, pelestarian cagar budaya, dan masih banyak lagi.

Keterhubungan antara gap year dan mengikuti volunteering program

Lho, terus apa kaitannya dengan gap year wajib ikut volunteering atau kegiatan kerelawanan? Gini, di bangku sekolah kita selalu dijejali ilmu-ilmu dan pengetahuan mengenai banyak hal. Nah, volunteering program ini menjadi ajang mempraktikkan pelajaran yang pernah kita dapat di sekolah. Nggak cuma itu, dengan mengikuti kegiatan kerelawanan, kita juga belajar dari lingkungan luar. Jangan lupa, selalu kosongkan ‘gelas’ agar sanggup menerima lebih banyak pengetahuan, kata-kata Om Bob Sadino yang saya ingat sampai sekarang.

Jadi percaya nggak Sob, dengan mengikuti kegiatan kerelawanan, cepat atau lambat bisa mengubah hidup kita lho! Kalau dirasa-rasakan, setelah ikut volunteering, kita bertemu dengan banyak sekali tipe manusia. Dari situlah kita mulai mengenali perbedaan-perbedaan dan tingkah laku pada tiap manusia. Jika sudah begitu, rasa toleransi akan meningkat. Indah sekali, bukan?

Baca juga : Gap Year Tapi Tetep Punya Pemasukan, Emangnya Bisa?

Volunteering wajib banget bagi kamu yang sedang memutuskan untuk mengambil gap year. “Tapi, aku minder kalau nanti ditanya sekolah di mana, atau kuliah di mana.” Minder sebentar boleh kok, tetapi kita harus cepat sadar kalau yang kita lakukan sekarang ini merupakan bagian dari belajar juga, lho! Belajar mengenai kehidupan. Maka, jawab saja kalau kita sedang memutuskan untuk gap year untuk lebih bisa menggali minat, bakat, dan mencoba hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan ketika belajar di sekolah menengah.

Menjadi Gap year sebenarnya merupakan hal yang sangat lumrah di Eropa. Seorang teman saya dari Jerman mengikuti kegiatan kerelawanan pelestarian cagar budaya di Borobudur untuk mengisi masa jedanya. Yuk, pelan-pelan geser pemikiran yang masih memandang buruk gap year.

Kesimpulan

Masa gap year kita bisa dikatakan sukses jika kita mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan menambah pengalaman berinteraksi dengan lingkungan. Dengan kita ikut volunteering program yang sesuai bidangmu tentunya akan menunjang kesiapan dan keberanian kita menghadapi dunia perkuliahan nanti, Sob! Rajin-rajinlah memanfaatkan media sosialmu untuk berselancar menemukan kegiatan-kegiatan kerelawanan yang sesuai bidangmu ya! Semangat mencari, Sob! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca juga : Volunteering? Emangnya Berfaedah?

beberapa hal penting menguasai bahasa asing bagi kita

Ini Nih, Pentingnya Menguasai Bahasa Asing

Sobat Bias, apa aja kegiatan kalian selama pandemi ini? Ada yang belajar bahasa asing juga nggak nih kira-kira? Tahu nggak sih, bahasa adalah alat untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Nah, tiap daerah di dunia kan memiliki bahasanya masing-masing. Pengen dong, pastinya buat mengetahui mengenai orang lain di lain daerah. Eits, nggak hanya itu lho! Penasaran kan? Cekidot!

Beberapa manfaat berkomunikasi menggunakan bahasa asing bagi kita.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Sobat, sering kali percaya diri muncul karena suatu kelebihan kita yang tak dimiliki atau dikuasai oleh orang lain. Rasa percaya diri yang muncul ketika menguasai bahasa asing ini dapat memicu lebih banyak semangat dalam diri untuk menyelesaikan setiap persoalan dan tantangan ke depannya.

  1. Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Kata siapa mempelajari bahasa asing itu mudah? Belajar bahasa asing perlu konsentrasi, kemampuan mengingat, ketrampilan, dan semangat yang tinggi. Itu berarti, orang yang menguasai bahasa asing memiliki jiwa yang tak mudah menyerah dan kemauan belajar yang tinggi.

  1. Meningkatkan Pengetahuan

Sobat, tau nggak sih, sekarang jurnal-jurnal online mengenai berbagai hal; budaya, psikologi, sosial, politik, dan lain-lain banyak tersedia. Nah, mau juga dong bisa membaca jurnal-jurnal internasional. Ya, kita perlu sejenak mencoba belajar bahasa asing agar bisa membaca pengetahuan-pengetahuan yang disediakan. 

Baca juga : Silaturahmi ke Mr. Kalend Osen (BEC Kampung Inggris), Sang Perintis Kampung Inggris

  1. Membuka Kesempatan untuk Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Di era sekarang, banyak perguruan tingi di luar negeri yang mempersilakan orang-orang dari berbagai negara, suku, dan ras itu berkuliah gratis, bahkan dibayar. Nah, tiap tahun orang-orang antre untuk mengambil salah satu langkah besar itu. Beribu orang mengidam-idamkan kuliah di universitas-universitas top di dunia. Nah, kemampuan calon mahasiswa menguasai bahasa asing ini sangat menentukan. Oiya, bagaimana bisa survive jika seseorang tidak bisa berkomunikasi dengan manusia di sekitarnya. Bahasa adalah koentji, Sobat!

  1. Membuka Peluang Bekerja di Perusahaan Multinasional

Pada zaman modern ini, orang-orang bekerja tak mengenal batasan. Jarak itu semu, bekerja bisa di mana saja. Termasuk di perusahaan multinasional. Apakah Sobat Bias sudah membayangkan nanti akan bekerja di mana? Di manapun itu, mempelajari bahasa asing akan menjadi nilai tambah. Iya dong, bayangkan Sobat berkomunikasi dengan orang yang berbeda benua dengan kita. Akan sangat sulit kan kalau tidak belajar mulai dari sekarang? Yasudah, tunggu apa lagi? (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

pelaku gap year yang mendapatkan pemasukan

Gap Year Tapi Tetep Punya Pemasukan, Emangnya Bisa?

Gap year yang punya pemasukan – Memutuskan untuk mengambil gap year merupakan sebuah keputusan yang berat. Banyak omongan negatif datang dari tetangga maupun teman kita sendiri. Mengambil gap year berarti mencoba berdamai dengan segala resiko yang mungkin terjadi. No Risk, No Magic. Namun, pernah nggak sih Sobat Bias merasa ingin memiliki pemasukan ketika cuti kuliah? Biar kalau jajan tidak repot-repot meminta kepada orang tua terus-terusan? Hal-hal berikut ini patut dicoba, Sob!

Begini cara buat kalian yang Gap Year dan mau punya pemasukan

1. Mengikuti Lomba

Di saat pandemi seperti ini, kebanyakan lomba secara daring diadakan. Mulai dari lomba menggambar, membuat ilustrasi, menulis, infografis, hingga video blog. Asyik banget kan? Manfaatkanlah kesempatan ini untuk mencari sebanyak-banyaknya lomba yang sesuai dengan minat, bahkan mencoba hal-hal baru. Percayalah, nanti kalau sudah terbiasa, skill kita akan meningkat karena hasil belajar tadi.

2. Mencoba Part-time

Siapa di sini yang mau part-time, entah di toko, restoran, supermarket, hingga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)? Selain mendapatkan pengalaman bekerja, juga bisa nambah uang jajanmu lho, Sob. Wah menarik banget kan? Eitss, tapi kalian harus Pandai-pandai mengatur waktu agar persiapan masuk kuliah lebih maksimal. Ingat ya, ada yang masih harus diperjuangkan, yaitu kuliah.

Baca Juga : Insecurity pada millennials: Penyebab dan Cara mengatasinya

3. Merintis Online Shop

Yakin, kalau gap year nggak keren? Jeda kuliah satu tahun ini bisa dimanfaatkan untuk menyentil jiwa wirausaha kalian, Sob! Coba perkaya dengan membaca buku-buku yang menunjang, mengikuti seminar-seminar, dan mendengarkan pengalaman orang lain, dan masih banyak lagi. Setelah itu, praktikkan ilmu-ilmu tadi dengan menjual barang-barang yang Sobat mau. Sobat harus cekatan dan konsisten lho, tapi jangan sampai menyurutkan semangat belajar untuk masuk kuliah ya.

4. Mengajar Les

Banyak sekali teman-teman gap year yang membantu adik-adik sekolah dasar maupun sekolah menengah mengenai pelajaran yang diajarkan di sekolah. Tidak ada salahnya kita sambil mengulangi pelajaran agar besok lebih paham. Selain itu, adik-adik pasti akan senang dibimbing oleh kita yang masih agak seumuran. Dari sini, kita bisa juga mendapatkan banyak koneksi dan pengetahuan-pengetahuan baru. Wah, menarik banget kan, Sob? Jadi, apa rencana kamu selanjutnya? (Lena Sutanti, belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca Juga : 4 Gaya Belajar Ekstrovert Untuk Persiapan SBMPTN

beberapa cara tips dan trik dalam melakukan pemilihan jurusan untuk kuliah bagi gap year

Tips Memilih Jurusan Kuliah untuk Para Gap Year

Nih beberapa tips memilih jurusan kuliah – Sobat Bias, sudah memiliki gambaran untuk memilih jurusan kuliah belum? Menurut Sobat, apakah jurusan kuliah lebih penting daripada perguruan tingginya? Ya, itu tergantung preferensi masing-masing. Tapi, kalau boleh menyarankan nih ya, tolong cermati banget apa yang hendak kita pilih untuk dipelajari beberapa tahun ke depan. Syukut-syukur bisa berkuliah di jurusan yang tepat di perguruan tinggi yang diidam-idamkan.

Sobat Bias, apa aja sih yang perlu diperhatikan ketika hendak memutuskan memilih jurusan kuliah?

  • Pastikan Sobat mencari tahu mengenai mata kuliah yang akan diajarkan

Hah, gimana cara nyarinya? Sobat bisa mengunjungi website fakultas masing-masing. Di situ lah mata kuliah yang dipelajari di jurusan tersebut ditampilkan. Setelah itu, coba browsing, dan simpulkan, apakah mata kuliah ini mendukung cita-cita dan membuat diri kita tertantang?

Selain mencari di website fakultas, kalian bisa bertanya langsung dengan kakak tingkat di jurusan tersebut atau berselancar mencari video di YouTube, dengarkan cerita dari mahasiswa maupun dosen tersebut.

Baca juga : 4 Gaya Belajar Ekstrovert Untuk Persiapan SBMPTN

  • Jangan ikut-ikutan teman

Sobat tentunya tidak mau kan mengorbankan masa depan diri sendiri dengan memilih jurusan yang “nggak kamu banget” hanya karena mengejar prestise atau biar bisa bareng dengan teman-temannya. Jangan sampai lah memilih jurusan hanya karena gengsi, nantinya malah kesulitan mengikuti proses perkuliahan selama beberapa tahun. Ngeriiiiii.

  • Buang jauh-jauh keinginan memilih jurusan hanya karena prospek finansial

“Jurusan yang gajinya gede tuh apa aja?” Hadehhhh, sempit banget. Uang memang penting, tapi jangan sampai deh kalau karena hal tersebut kita tersiksa. Pilih jurusan yang di mana kalian bisa menjadi orang yang lebih terbuka dan siap menerima ilmu yang akan diajarkan nanti. Di dunia ini tidak ada yang instan, semua butuh proses.

  • Mengajak diskusi keluarga, teman dekat, orang yang dipercaya, atau psikolog

Ini penting banget Sobat. Mungkin orang tua, teman dekat, dan psikolog bisa membantu mengetahui minat dan memberi saran jurusan yang tepat. Jadikan insight yang mereka berikan itu sebagai referensimu. Pikirkan matang-matang ketika memilih jurusan. Kalau sudah menentukan jurusan yang sesuai, jangan lupa mengoptimalkan usaha dan mempersiapkan ujian yang akan datang jauh-jauh hari. Semoga berhasil! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca juga : Tips dan Trik Memilih Jurusan Kampus

perpustakaan salah satu tempat potensial dijadikan markas saat masa gap year

Perpustakaan Daerah, Tempat Potensial untuk Markas Segenap Rakyat Gap Year

Jangan patah semangat buat rakyat Gap Year. Jadi selalu istiqomah dalam berusaha dan berdoa ya.

Hai Sobat Bias, memutuskan untuk mengambil gap year bukanlah perkara yang mudah. Ujian dan tantangan datang silih berganti. Walaupun begitu, kita tak boleh menyerah begitu saja. Tolong, ingatlah tujuan awal sebelum memilih dan memutuskan untuk menjadi gap year. Kita tak bisa membuat orang berhenti memberikan stigma negatif kepada para gap year. Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan kualitas diri dengan berbagai upaya, seperti mencari ilmu dengan datang ke perpustakaan di daerah kalian masing-masing.

Hah, nggak salah tuh ke perpustakaan? Nggak sama sekali! Nggak cuma buat baca-baca buku dengan berbagai subjek ilmu, di perpustakaan daerah kita bisa terus up to date dengan membaca koran harian dan majalah edisi terbaru. Nikmat banget kan, Sob? Jangan khawatir, semua itu bisa kita dapatkan secara gratis. Kita hanya perlu membuat kartu perpustakaan. Syarat untuk membuat kartu perpustakaan pun nggak ribet. Siapkan saja kartu tanda penduduk, mengisi formulir, dan foto diri.

Perpustakaan adalah tempat untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan.” – Gus Dur

Banyak banget tipe-tipe orang yang datang ke perpustakaan lho, Sob. Ada yang pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, ada pula yang meminjam buku, atau keduanya. Ada yang nongkrong di perpustakaan untuk numpang wifi-an. Selain itu, tak sedikit yang pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas sekolah maupun kuliah. Wah, rajin banget ya, Sob? Eits, tidak hanya itu, ada yang ke perpustakaan buat bengong dan mencari inspirasi. Sampai yang paling ekstrem, pergi ke perpustakaan untuk kencan dengan gebetan. Sering terjadi. Kalian termasuk tipe yang mana, nih?Pengunjung perpustakaan memang beragam, mulai dari anak balita yang mulai dibiasakan oleh orang tuanya, anak sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, dosen, sampai orang-orang yang hendak mencari hiburan. Siapapun boleh datang ke perpustakaan asal tetap menjaga kenyamanan bersama. Perpustakaan bisa menjadi ruang aman dan markas untuk segenap rakyat gap year. Kurang nikmat apa lagi? Baca dan pinjam buku gratis, wifi gratis, up to date dengan membaca berita dan tren, bisa ngadem, dan jadi tempat yang enak untuk belajar sebelum masuk dunia perkuliahan. Nggak percaya? Silakan datang dan buktikan sendiri, Sob! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca juga : Gap Year dan Stigma Negatif yang Melekat

beberapa skill yang harus dimiliki kalian ketika memulai masa gap year

Ini Nih Skill yang Wajib Kamu Pelajari Ketika Gap Year!

Setelah memutuskan untuk menjadi gap year, tak jarang akan terlintas rasa sedih, merasa tertinggal dari teman-teman, kurang percaya diri, bahkan merasa tidak berguna. Pikiran-pikiran tersebut wajar kok. Cukup diterima, jangan disangkal. Tapi, Sobat Bias bisa melatih kemampuan-kemampuan berikut ini supaya lebih siap menghadapi dunia kuliah, bahkan dunia kerja. Cuz!

Berikut beberapa skill yang wajib untuk dipelajari ketika pada masa gap year

1. Public Speaking

Bagi sebagian orang, ini merupakan mimpi buruk. Tidak semua orang mampu percaya diri berbicara di depan khalayak ramai. Namun, jangan khawatir, kemampuan public speaking dapat diperoleh dengan latihan secara konsisten. Hindari menghafal, kita harus mampu menguasai materi dan menyederhanakan bahasanya. Jika takut lupa atau mendadak berhenti, buatlah catatan berisi poin-poin, Sob.

2. Kemampuan Bahasa Asing

Bahasa merupakan jembatan untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, dan perasaan kepada orang lain. Dengan memiliki kemampuan menuturkan bahasa asing, kita mampu memahami keadaan orang-orang di luar negeri. Kok bisa? Iya dong, lebih banyak yang bisa kita baca dan pergaulan akan lebih luas. Sempatkanlah untuk mempelajari kosakata baru setiap harinya. Harus konsisten ya, Sob!

3. Menulis

Tidak semua orang mampu mengungkapkan apa yang ia pikirkan ke dalam sebuah tulisan. “Gimana kalau tidak ada yang bisa kita tulis?” Ayo Sob, jangan malas untuk membaca, karena membaca adalah salah satu bekal agar kita mampu menulis dengan baik. Selain itu, maknai setiap detik dalam hidup kita dan amati keadaan di sekitar. Menulis berangkat dari keresahan yang hendak disuarakan. Tulis keresahanmu Sob, perbanyak latihan, dan tak lupa meminta masukan dari teman.

4. Networking

Membangun jaringan hukumnya wajib, Sob. Jangan pilih-pilih teman, berkomunikasilah dengan semua orang tanpa mengesampingkan kesopanan. Bagi Sobat Bias yang memilih gap year, memiliki jaringan yang luas sangat penting untuk membangun sebuah karier. Semakin luas jaringan yang dibangun, semakin banyak pula peluang, kesempatan, dan pilihan yang dimiliki. Jangan malas untuk datang ke event-event, seminar-seminar, mengikuti kegiatan volunteering, dan lainnya.

5. Mengelola Media Sosial

Skill mengelola media sosial menjadi sangat penting karena saat ini kehidupan kita tak bisa dipisahkan lagi dengannya. Keberadaan media sosial ini bisa menciptakan hubungan dengan pelanggan, branding, dan keperluan strategi pemasaran. Yuk, perlahan amati media sosial yang sedang digunakan dan lihat karakteristik penggunanya. Kemampuan dasar di bidang media sosial mencakup penggunaan tools media sosial, tools untuk analisa, iklan, jenis konten, dan waktu untuk mengunggah agar penggunaan media sosial bisa optimal.Wah, kesempatan banget nih buat belajar, Sob! Manfaatkan gap year-mu untuk meningkatkan skillskill di atas agar besok lebih siap berkuliah dan bekerja, Semangat ya! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

cara belajar menyenangkan di masa pandemi covid 19

Belajar dengan Menyenangkan di Kala Pandemi

Sobat, suasana pandemi ini membuat banyak orang terpaksa membatasi aktivitasnya. Sekolah dan kuliah menggunakan metode pengajaran daring yang mana terdapat kekurangan di sana sini. Maklum, kita harus beradaptasi dengan keadaan yang sekarang terjadi. Pandemi adalah saatnya dunia dipenuhi dengan ketidakpastian.

Nah, berikut ini tips buat belajar di kala pandemi, Sobat Bias. Cekidot!

1. Belajar Bersama Teman

Belajar sendiri kadang rasanya tenang, tapi terkadang kita butuh bantuan ketika menemukan berbagai kesulitan. Tidak ada salahnya kita belajar bersama teman-teman melalui video call. Senang sekali pastinya ketika kita saling menjadi support sistem untuk yang lainnya. Berdiskusi dengan teman-teman mempermudah memahami pelajaran dengan menyenangkan. Tak mengapa, tidak semua orang akan menyukai belajar bersama-sama. Ketika belajar dengan teman, kita akan lebih banyak mengetahui dan memahami informasi dari berbagai sudut pandang, saling mengingatkan jika ada kesalahan, secara tidak langsung akan memberikan motivasi, bahkan meningkatkan percaya diri.

Baca juga : Konsep Belajar #dirumahaja Keluarga Agus Salim

2. Menciptakan Tempat Belajar yang Nyaman

Tempat belajar merupakan salah satu hal yang mendukung proses belajar agar lebih efektid serta menyenangkan. Ruang belajar yang nyaman akan memberikan semangat dan rasa rileks saat belajar, sehingga bisa menangkap ilmu lebih optimal. Dari survei yang dilakukan MDR Education, sebuah lembaga terkait dengan pendidikan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kondisi ruang belajar akan berdampak terhadap keberhasilan siswa dalam kegiatan akademik. Yuk, sempatkan waktu untuk merapikan, membersihkan, atau menghias ruang belajar sesuai selera.

3. Olahraga dengan Teratur

Pandemi tidak menghalangi kita untuk berolahraga, Sobat! Berolahraga bisa di mana saja dengan mudah dan murah, misalnya jogging, bersepeda, senam, dan lain-lain. Mengapa kita perlu berolahraga? Dilansir dari Halodoc, ternyata olahraga secara teratur bisa menjauhkan kita dari beragam penyakit, meningkatkan daya pikir, mencegah risiko cedera, memperlancar peredaran darah, bahakan menjaga kesehatan kulit, lho!

4. Menyediakan Camilan dan Memutar Playlist Kesayangan

Sobat, putar musikmu dan ambil camilan kesukaanmu, ada baiknya menaruh camilan dekat dengan jangkauan kita ketika belajar. Pilih musik-musik yang menurutmu paling cocok dengan suasana saar itu. Gimana Sobat, ayo share tips belajar dengan menyenangkan ala kamu! (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budanya di Kota Lumpia)

Baca juga : 4 Gaya Belajar Ekstrovert Untuk Persiapan SBMPTN

aktivitas untuk mengembalikan semangat belajar saat keadaan kita terpuruk

Kehilangan Semangat Belajar? Lakukan Aktivitas Ini untuk Mengembalikannya!

Tips mengatasi kehilangan semangat belajar – Sob, memilih untuk mengambil gap year tentunya tidak melepaskan diri kita dari rasa malas dan bosan dengan rutinitas. Terlebih, saat gap year sudah seharusnya kita memanfaatkan waktu dengan tepat. Memanfaatkan waktu dengan tepat itu bukan berarti memaksakan diri untuk belajar terus tanpa jeda lho, Sob! Jika seperti itu kita malah seperti robot hidup. Rajin boleh, tapi jangan ngoyo tapi ujung-ujungnya kecapekan, pusing, dan lupa memperhatikan diri.

Nih beberapa aktivitas selingan yang bisa banget dicoba ketika pikiran mulai suntuk biar tidak kehilangan semangat belajar Sobat. Cekidot!

1. Bersepeda

Lagi musim nih orang-orang kembali melirik transportasi yang dikayuh ini. Dilansir dari Halodoc, bersepeda itu selain baik untuk kesehatan fisik, kegiatan satu ini juga memberikan dampak pada kesehatan mental, Sob! Habis bersepeda stres akan berkurang dan meningkatkan produktivitas. Seperti warga negara Jepang yang gemar berjalan dan bersepeda.Wah, patut dicoba nih!

2. Mengunjungi Kafe

Saat ini cafe menjamur dari kota besar ke kota kecil. Terlebih lagi, hampir setiap sudut kota memiliki salah satu ruang untuk bersantai ini. Bagaimanapun juga, tiap cafe biasanya memiliki nuansa dan ciri khasnya masing-masing. Contoh salah satunya dari harum aroma kopi yang menjadi alasan orang datang ke cafe. Selain itu, harum kopi ini perlahan bisa membuat kita lupa akan kecemasan dan kejenuhan yang sedang dialami sehingga bisa menambah semangat belajar kalian Sob. Apa kopi favorit kalian, Sob? Karena sedang pandemi, carilah cafe yang tidak ramai ya.

Baca juga : Belajar dengan Menyenangkan di Kala Pandemi

3. Membuat Kreasi Makanan dan Minuman

Hobi siapa ini? Ngaku hayo, Sob! Berdiam diri di rumah tentu saja membosankan bagi orang-orang yang terbiasa makan di luar. Eits, tapi kita bisa kok membuat kreasi makanan dan minuman di rumah. Yuk, cari buku resep-resepnya di internet, atau meminta orang tua kita untuk mengajari. Setelah itu, jangan lupa bagikan hasilnya untuk di-review!

4. Membaca Buku dan Website

Bosan membaca latihan-latihan soal mulu, Sob! Jangan ragu untuk melirik buku-buku fiksi maupun nonfiksi yang ingin kamu baca. Bebaskan pikiranmu untuk mencuri ilmu dari berbagai macam sumber. Justru, saat gap year ini, resapilah semua bacaan tanpa terburu-buru. Jangan hanya terpaku untuk belajar materi tes masuk universitas saja, ya!

5. Mendengarkan Musik dan Podcast Kesukaan

Kalian lagi suka genre musik apa nih, Sob? Jazz, Rock, RnB, Klasik, Folk, atau yang mana nih? Boleh juga kalau mau mengeksplor genre musik lain supaya merasa lebih berwarna. Kalau kalian suka, bisa juga kok memutar musik sambil belajar. Oiya, boleh juga nih melirik podcast-podcast tentang mental health, masyarakat dan budaya, komedi, pengalaman hidup, atau sedang ingin mendengarkan siraman rohani?Nah, itu dia aktivitas-aktivitas pengusir stres yang bisa dipraktekkan oleh Sobat Bias. Atau malah sudah melakukannya semua? Semoga kejenuhan segera berlalu. (Lena Sutanti, Belajar tentang manusia dan budayanya di Kota Lumpia)

Baca juga : Konsep Belajar #dirumahaja Keluarga Agus Salim